Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Daur Ulang Sampah Plastik

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
14,503
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Feb 18, 2011

Puluhan tas dan dompet cantik penuh warna-warni, dipajang di sebuah toko milik Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH Bali), di Jalan Hang Tuah Sanur. Sekilas, deretan tas tersebut terlihat seperti barang-barang buatan pabrik. Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata, produk cantik berupa tas belanja, kotak pensil dan dompet, terbuat dari kemasan plastik bekas.

Produk cantik ini merupakan Ide kreatif dari (PPLH Bali) sebagai peduli lingkungan dengan memberdayakan tenaga kerja wanita. Dengan misi memperkenalkan lingkungan secara sederhana kepada masyarakat.

Menurut Made Hariana, ketua PPLH Bali, pihaknya telah melakukan upaya daur ulang kemasan plastik bekas menjadi barang yang bermanfaat.

[Made Hariana, Ketua PPLH Bali]
"Memotivasi mereka untuk melakukan pemilahan sampah, dan melakukan apa yang disebut dengan reuse, recycle, dan reduce yaitu mengurangi sampah, dan salah satu caranya yaitu dengan membuat kerajinan yang berbahan sampah daur ulang."

Sebagai bahan baku, mereka menggunakan bekas kemasan diterjen, kopi, mie instan dan beberapa plastik yang dianggap cukup kuat. Bahan--bahan ini mereka peroleh dari warung-warung dan sekolah. Untuk megubah kemasan plastik bekas, menjadi sebuah tas dan dompet yang cantik, mula-mula kemasan plastik bekas ini dikumpulkan dan pilah-pilah. Kemudian dicuci sampai bersih, lalu dikeringkan.

Proses berikutnya, bahan dipotong sesuai dengan kebutuhan. Kemudian potongan-potongan tersebut dijarit sebagai bahan dasar. Melalui tangan-tangan trampil ini, kemasan plastik bekas mereka sulap menjadi tas belanja, dompet, kotak pensil yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan barang produksi pabrik.

Untuk memasarkan produknya, mereka masih mengalami kendala, karena produk mereka belum begitu dikenal. Untuk sementara mereka menjualnya dari teman--keteman.

Suyasa melaporkan untuk NTD News dari Bali

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (2)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • kreatipppppp

    

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more