Upload

Loading icon Loading...

This video is unavailable.

Chunghwa Telecom Didesak Memperbarui Kontrak Dengan NTD

Sign in to YouTube

Sign in with your Google Account (YouTube, Google+, Gmail, Orkut, Picasa, or Chrome) to like NTDIndonesian's video.

Sign in to YouTube

Sign in with your Google Account (YouTube, Google+, Gmail, Orkut, Picasa, or Chrome) to dislike NTDIndonesian's video.

Sign in to YouTube

Sign in with your Google Account (YouTube, Google+, Gmail, Orkut, Picasa, or Chrome) to add NTDIndonesian's video to your playlist.

Published on May 6, 2013

Anggota parlemen Taiwan, telah memberikan dukungan untuk stasiun NTD di Asia Pasifik, yang mengudara lewat sebuah satelit milik perusahaan Taiwan, Chunghwa Telecom. Kontrak siap diperbarui, namun pihak Chunghwa masih berusaha menghindari diskusi dengan NTD-Asia Pasifik.

Beberapa khawatir, hal ini akan mengulangi kejadian dua tahun lalu. Chunghwa awalnya menolak memperbaharui kontrak, dengan alasan kesulitan teknis. Banyak yang curiga, hal ini disebabkan tekanan dari China Daratan. Pemerintah Taiwan memiliki sebagian besar saham di Chunhwa, dan memiliki ikatan dekat dengan China. NTD yang dilarang di China sering memberitakan topik yang dianggap tabu di China.

[Tsai Chi-Chang, Anggota Parlemen, Partai Kemajuan Demokrasi]:
"Kami tidak ingin hal yang sama terulang lagi, saat kami merasa ada kekuasaan yang bermain. Apakah Chunghwa Telecom menyerah? saya rasa ini akan merusak reputasi mereka, dan menghancurkan kebebasan berbicara Taiwan."

1 Mei lalu, Direktur Utama NTD-AP, Ruey-Ian Chang, mengatakan telah berusaha menghubungi Chunghwa Telecom, Maret lalu, dan juga di bulan April, untuk negosiasi kontrak baru, namun perusahaan itu tidak menanggapinya.

Selasa lalu, Leng Tai-feng, presiden Chunghwa Telecom dari kelompok bisnis internasional, menolak berkomentar mengenai kontrak itu, saat ingin dikonfirmasi oleh reporter NTD-AP.

[Lo Shu-lei, Anggota Parlemen KMT]:
"Jangan menciptakan kesulitan pada NTD-AP. Saya pikir pemerintah Taiwan seharusnya memperhatikan hal ini. Bahkan parlemen AS akan memandang rendah kebebasan dan demokrasi Taiwan, jika masalah Chunghwa Telecom ditangani seperti ini."

Pada tahun 2011 lalu, anggota Parlemen AS, Dana Rohrabacher yang menjadi pendukung NTD, menghubungi presiden Taiwan Ma Ying Jeou, untuk mendesak izin pembaruan kontrak satelit NTD-AP.

Pekan lalu, dalam sebuah pertemuan Sub-komite Perwakilan Rakyat AS untuk Asia Pasifik, Rohrabacher sekali lagi mengingatkan Taiwan untuk memberikan pembaruan kontrak pada NTD-Asia Pasifik, jika pulau itu ingin diakui sebagai negara demokratis dan merdeka.

Loading icon Loading...

Loading icon Loading...

Loading icon Loading...

Loading icon Loading...

Ratings have been disabled for this video.
Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.

Loading icon Loading...

Loading...
Working...
to add this to Watch Later

Add to