Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

AINUT TIJAR TENTANG APA ITU POLITIK

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
628 views
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Oct 17, 2008

Politik adalah wilayah yang syarat dengan pertarungan, karena politik adalah sarana mengekspresikan dan memenangkan kepentingan-kepentingan. Kepentingan terhadap kekuasaan, kepentingan terhadap aset, dan kepentingan lain yang beragam, sesuai dengan beragamnya kelompok politik. Dalam pertarungan kepentingan ini terkadang label teman menjadi tidak bermakna, karena kehilangan ikatannya yang sejati. Tak ada teman dan lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi. Begitulah politisi telah mempraktikan. Diakui atai tidak, faktanya kebersamaan hanya sebatas kepentingan. Oleh karenanya sebuah partai sedianya mampu menyelaraskan kepentingan-kepentingan bersama yang muncul agar pengaruh eksternal yang destruktif dapat dieliminasi dan kebersamaan dapat dipertahankan.

Kepentingan kader dalam politik, baik yang berada digaris depan maupun garis belakang juga harus diselaraskan, agar pengaruh internal individu yang destruktif juga dapat diminimalisasi. Idealisme yang sama adalah perangkat yang dibutuhkan agar partai dapat bergerak mencapai visinya. Ketika kader digaris terdepan tergoda oleh desakan pragmatisme sehingga sibuk berlomba mengumpulkan harta untuk diri dan keluarga, kader di belakang semakin merasakan ada kesenjangan. Disinilah benih apatisme akan muncul. Jika dibiarkan maka semakin lama kader digaris belakang akan semakin merasakan perbedaan kepentingan. Dalam situasi ini benih perpecahan mulai tumbuh bersemi dan kebersamaan mulai pudar. Munculnya statemen-statmen sinis dan sarkasme, menurunnya partisipasi dan inisiatif kader, berkembangnya kelompok-kelompok kepentingan dalam partai adalah sedikit tanda-tanda perpecahan yang mesti diwaspadai.

Ramadhan adalah sarana yang sangat tepat membangun kembali kebersamaan. Semua kader harus berlatih untuk menahan diri meskipun dari hal yang dihalalkan. Demonstrasi kepemilikan menjadi tidak relevan karena hanya akan melahirkan prasangka-prasangka. Kemauan untuk berbagi harus menjadi tradisi. Jangan sampai kader kehilangan makna dan tujuan luhurnya ketika berhadapan dengan harta sehingga apa yang diperolehnya dari politik dianggap sebagai miliknya sendiri. Karena ketika kader mulai berfikir untuk mendahulukan kepentingan dirinya, maka saat itulah kontituen dan simpatisan hanya akan menjadi objek eksploitasi. Sekilas tampaknya sedang memperjuangkan mereka, padahal sebenarnya sedang berusaha mengamankan posisi pribadi pada pemilihan yang akan datang. Jika ini yang terjadi maka kebersamaan dalam politik akan sulit dipertahankan)A AINUT TIJAR, 17 OKTOBER 2008

Category:

Education

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more