Uploaded by hidayatnursahid on Oct 17, 2008
Politik adalah wilayah yang syarat dengan pertarungan, karena politik adalah sarana mengekspresikan dan memenangkan kepentingan-kepentingan. Kepentingan terhadap kekuasaan, kepentingan terhadap aset, dan kepentingan lain yang beragam, sesuai dengan beragamnya kelompok politik. Dalam pertarungan kepentingan ini terkadang label teman menjadi tidak bermakna, karena kehilangan ikatannya yang sejati. Tak ada teman dan lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi. Begitulah politisi telah mempraktikan. Diakui atai tidak, faktanya kebersamaan hanya sebatas kepentingan. Oleh karenanya sebuah partai sedianya mampu menyelaraskan kepentingan-kepentingan bersama yang muncul agar pengaruh eksternal yang destruktif dapat dieliminasi dan kebersamaan dapat dipertahankan.
Kepentingan kader dalam politik, baik yang berada digaris depan maupun garis belakang juga harus diselaraskan, agar pengaruh internal individu yang destruktif juga dapat diminimalisasi. Idealisme yang sama adalah perangkat yang dibutuhkan agar partai dapat bergerak mencapai visinya. Ketika kader digaris terdepan tergoda oleh desakan pragmatisme sehingga sibuk berlomba mengumpulkan harta untuk diri dan keluarga, kader di belakang semakin merasakan ada kesenjangan. Disinilah benih apatisme akan muncul. Jika dibiarkan maka semakin lama kader digaris belakang akan semakin merasakan perbedaan kepentingan. Dalam situasi ini benih perpecahan mulai tumbuh bersemi dan kebersamaan mulai pudar. Munculnya statemen-statmen sinis dan sarkasme, menurunnya partisipasi dan inisiatif kader, berkembangnya kelompok-kelompok kepentingan dalam partai adalah sedikit tanda-tanda perpecahan yang mesti diwaspadai.
Ramadhan adalah sarana yang sangat tepat membangun kembali kebersamaan. Semua kader harus berlatih untuk menahan diri meskipun dari hal yang dihalalkan. Demonstrasi kepemilikan menjadi tidak relevan karena hanya akan melahirkan prasangka-prasangka. Kemauan untuk berbagi harus menjadi tradisi. Jangan sampai kader kehilangan makna dan tujuan luhurnya ketika berhadapan dengan harta sehingga apa yang diperolehnya dari politik dianggap sebagai miliknya sendiri. Karena ketika kader mulai berfikir untuk mendahulukan kepentingan dirinya, maka saat itulah kontituen dan simpatisan hanya akan menjadi objek eksploitasi. Sekilas tampaknya sedang memperjuangkan mereka, padahal sebenarnya sedang berusaha mengamankan posisi pribadi pada pemilihan yang akan datang. Jika ini yang terjadi maka kebersamaan dalam politik akan sulit dipertahankan)A AINUT TIJAR, 17 OKTOBER 2008
-
1 likes, 0 dislikes
5:29
AINUT TIJAR TENTANG KESABARANby hidayatnursahid883 views
1:12
Amalan Memohon Mimpi Melihat Nabi Muhammad s.a.w. di dalam tidurby padebembey26,338 views
5:25
Pidato Bung Karno pada Genta Suara RI (17-8-63)by sky23rd97,027 views
0:36
24. S5. Maksud faham 99 nama Allah masuk syurga? - DVD 3by OrgAsing1,268 views
7:08
AINUT TIJAR TENTANG GOLPUT DALAM PEMILUby hidayatnursahid4,352 views
0:41
RAHSIA MENGUSAI MIMPIby nilaijuta5,110 views
2:33
Hatta Rajasa PIDATO POLITIKby novaldoalqudsi1,315 views
2:13
Apa Itu Politik Wang ?by malaysianews4,431 views
4:25
Rizal Mallarangeng - Kompetisi Politik Indonesia 1by rizalmallarangeng1,689 views
0:26
Republik Mimpi 09/14 Promo (Original Version)by enodeer2,835 views
6:11
dangdut orgen-kehilanganby ryouminie2546,131 views
3:09
Keterbukaan Dalam Keluargaby Bryan9810434 views
2:12
Danny Surono - Pidato Politik PKPIby DannySatar472 views
44:02
Apa itu Politik Islamby mrmiji8248 views
1:07
Danny Surono Pidato Politik Caleg PKPI DAPIL 3 JATIMby DannySatar243 views
7:00
[Republik Mimpi] Debat Caleg & Sumpah Pemuda. 31/10/2008 - #1by bursaartis5,612 views
2:49
"Basahhh..." Movie Trailerby kabari07213,558 views
2:30
Surya Paloh: Demokrasi Bukan Tujuanby nasionaldemokrat1,706 views
4:08
metalasia - Bab 2: Mimpi & Alamat ( include lyric )by vaikotzen1,240 views
10:07
SEMBAKO 1by newsdotcom12,492 views
- Loading more suggestions...
Link to this comment:
All Comments (0)