Uploaded by wanawotvideo on Apr 22, 2007
Sabtu, 27 Mei 2006. Saat kami tiba di STIKERS, ada 2 tim rescue yang telah datang dan bekerja disana. Saya bertanya apakah kami perlu ikut membantu? Seseorang dari tim SAR Jateng menyarankan kami ke IIP. Disana ada orang yang juga terjepit dan tidak tertangani. Seseorang dari tim rescue lainnya (dan kemungkinan dia adalah pemimpin tim rescue itu) mengajak seluruh tim rescue yang ada meninggalkan tempat itu. Menurutnya tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Gedung 5 tingkat itu terlalu berbahaya untuk dimasuki dan orang yang terjepit itu tidak bisa dilepaskan dengan mudah. Hubungi saja tim medis, biar mereka melakukan amputasi kaki orang yang terjepit itu supaya orang itu bisa dikeluarkan. Seluruh orang2 dari tim rescue itu segera berjalan meninggalkan bangunan itu.
Saya meminta teman dari SAR Jateng itu mengantar masuk. Dia juga berusaha meyakinkan bahwa harusnya orang medis yang memutuskan pekerjaan itu diteruskan atau tidak. Saya katakan: "Saya dokter. Tolong antarkan saya melihat orang itu". Dia memandang dengan ragu sepersekian detik tetapi pada akhirnya dia bersedia. Saya dan Weizman, paramedis GRN berjalan mengikutinya menapaki genteng atap lantai 1 yang sudah rubuh sampai ketanah dan melompat masuk kedalam melalui sebuah jendela ruangan yang sebelumnya merupakan lantai 2 gedung tersebut. Saat itu baru kami menyadari adanya teriakan minta tolong seorang wanita. Teriakan yang dilakukan sekuat tenaga, penuh kesakitan dan ketakutan. Teriakan yang sangat memilukan hati.
Dari ruangan tersebut kami berjalan kurang lebih 5 meter melalui sebuah koridor sampai akhirnya kami tiba di sebuah pagar beton. Kami harus melewatinya dan tepat dibawah koridor berpagar itu kami menemukan sang korban, seorang wanita duduk menangis sendirian dengan tangan kiri terbungkus verban (entah siapa yang telah melakukannya) dan kaki kanan terjepit di antara runtuhan beton gedung tersebut disebuah ruangan kurang dari 1 x 1 x 1 meter. Kami berdua masuk kedalam ruangan tsb, berbicara dengan wanita itu sambil mengamati kondisi tempat itu, sementara Weizman menunggu diluar ruangan itu dengan wajah cemasnya. Kami lalu pamit pada wanita itu untuk keluar sebentar. Wanita itu segera berteriak-teriak histeris, takut ditinggalkan. Kami berusaha menenangkannya dan berjanji tidak akan meninggalkan dia disana.
Saya segera mengumpulkan teman GRN dan tim SAR Jateng untuk menceritakan posisi wanita itu dan mengatur rencana. Banyak orang lainnya yang ikut mendengar dengan peduli termasuk tetangga wanita itu (wanita itu tinggal tidak jauh dari tempat tersebut). Saya mengajak mereka melakukan usaha penyalamatan karena sangat berdosa meninggalkan wanita itu disitu. Wanita itu bisa mati karena gempa besar berikutnya atau karena kehabisan darah
Sedikit demi sedikit kami memahat/betel beton yang menghimpit kaki wanita tersebut persis diatas kakinya. Itu jam2 kerja yang terasa sangat panjang, menakutkan dan meletihkan. Kami semua bekerja dengan seluruh tenaga, panca indra, ke-hati2an dan doa. Sangat berat bekerja dalam ruangan kecil yang sumpek, bau darah, debu bercampur satu dengan tangisan wanita itu.
Pelan2 kami menjadi letih karena pekerjaan panjang itu. Saat kami keletihan seperti itu, satu-satu anggota polisi yang bertugas dan tetangga korban mengambil alih membetel tembok beton diatas kaki korban. Setelah 6,5 jam bekerja bersama-sama, akhirnya hasil betel itu cukup besar untuk sekedar dilewati kaki wanita itu. Sayangnya hari telah mulai malam, wanita itu sudah makin lemah dan kakinya patah sehinga tidak dapat digerakkan. Kami memilih 3 - 4 orang yang paling besar dan kuat diantara tim baru kami untuk menarik wanita itu keluar. Saya mengajarkan bagaimana menarik dan memindahkan wanita itu ke tandu dengan cara yang benar dan aman. 2 orang bersiap menarik tandu diluar ruangan kecil itu dan 2 orang bertugas menerima tandu di pagar koridor dan 4 orang menunggu diatas atap, diluar jendela. 4 polisi sudah siap diatas motornya untuk membuka jalan bagi mobil kami bergerak menuju rumah sakit. Weizman juga sudah stand by menunggu di koridor karena dia tim GRN yang memang dipilih untuk melakuan tugas itu sejak awal. (4 orang GRN mempunyai tugas inti masing-masing: Adit di komunikasi radio, Ferdy driver, Weizman membantu saya menangani pasien, khususnya bila ada yang harus dibalut dan korban patah-patah).
Setelah semua siap, kami mengeluarkannya. Menurut perhitungan kami dalam 15 -- 20 menit korban sudah harus tiba di rumah sakit karena kami takut terjadi perdarahan akut saat proses penarikan wanita itu. Jadi semua itu harus dilakukan dengan cepat.
Category:
Tags:
License:
Standard YouTube License
-
2 likes, 1 dislikes
-
Artist: Hans Zimmer
-
Buy "Chevaliers De Sangreal" on:
Android Market,
iTunes, AmazonMP3
2:49Rumah Rosi, Gempa Bumi Bantul Yogyakartaby wanawotvideo19,057 views
2:26Haiti earthquake damage assessed in Coast Guard...by CombatArchery58,136 views
4:40JAUH TINGGAL KENANGANby andisuseno91,818 views
3:21Twister at Lempuyangan Yogyakartaby matriphe68,284 views
0:16Masyarakat Yogya Panik Tsunamiby hermansaksono5,529 views
9:37Islamic Exorcismby ch1ck3n4,416,450 views
3:29Chrisye, Gempa Bumi Bantul Yogyakartaby wanawotvideo41,475 views
9:34Joe Satriani, Gempa Bantul Yogya, Alway With Meby wanawotvideo5,944 views
2:22Landing at ADISUCIPTO Airport YOGYAKARTAby reprabowo13,406 views
5:01KLa Project - Jogjakarta/Yogyakarta (The Origin...by katonbagaskara688,943 views
2:25BANGKITLAH JOGJA, SMKN 1 Sanden Bantul Pasca GEMPAby wanawotvideo6,750 views
3:02Dian Sastro, Gempa Bantul Yogyakartaby wanawotvideo6,373 views
1:46Indonesia Tanah Airku - Aceh Tsunami 2004by msulistio3,379,862 views
1:20Suara Gempaby wanawotvideo91,093 views
0:28haiti-securitycam-earthquake-stabilized.aviby Kpalivec5,104 views
0:16Earthquake Java Indonesia - Gempa di Yogya 2006by ajiejos892 views
2:08STIKERS dan ISI, gempa Bantul Yogyakartaby wanawotvideo5,355 views
2:14Kampus ISI & Gd. Keuangan Pasca Gempa Bantulby wanawotvideo9,160 views
3:16[ Isu Tsunami ], gempa Bantul Yogyakartaby wanawotvideo12,083 views
7:44Komunikasi [TIME TO CHANGE]by harisubagya1,329 views
- Loading more suggestions...
Link to this comment:
Video Responses
All Comments (0)