Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Harmony - Chinese Sundanese Colaboration

Loading...

Sign in or sign up now!
8,000
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Jun 2, 2007

This video is a unique combination between Chinese Musical Instruments and Sundanese Musical instruments, maybe not every people can accept this but we've tried to make some enjoyable performance. Rebu Hapunten Nu Kasuhun, Mangga Nyanggakeun

  • likes, 1 dislikes

Link to this comment:

Share to:

Uploader Comments (andryharmony)

  • great....tidak usah berpikiran ideal seperti seniman murni yang menuntut kesempurnaan karya. upaya untuk mencoba kolaborasi ini, patut mendapat acungan jempol. peningkatan estetis karya akan meningkat seiring dengan bertambahnya kuantitas karya. jadi,... tingkatkan frekuensi kolaborasi seperti ini.

  • Sebenernya tinggal tunggu yang nanggap, he he.

  • Lebih khusus, pada tahun 60an di Jowo banyak grup wayang wong atau penari yang di mainkan oleh kaum Tionghua saja atau juga campuran demikian halnya dalang, pemain gamelan, kerocong, seperti gambang kromong, bahkan seolah nuansa china dan sunda berbaur secara alami. Indah sekali. Di Institut Seni Indonsia Surakarta, sekarang masih ada dosen tari putri bernama Nora Kustantinah Dewi, beliau pelaku dan saksi sejarah. Kalau tidak salah di Bandung ada grup Tembang Cianjuran dari warga Tionghua.

  • Ya, kalau dipaksakan tidak akan bagus. Biarkan secara alamiah saja, tidak perlu ada dikotomi segala rupa. Jika merasa nyaman dengan kesenian tertentu otomatis pasti ingin berpartisipasi, saya sendiri sangat senang dengan musik kecapi suling Cianjuran, wayang kulit tradisional, gamelan bali. Salam Harmony dari Bandung

  • Akan lebih baik lagi kalau beberapa pemainnya silang, yang Tionghoa main gamelan dan sebaliknya. Juga akan lebih indah lagi kalau dalam kehidupan sehari-hari bisa harmoni seperti alunan musik yan dipagelarkan....Semoga.

  • Mudah-mudahan, bisa jadi harmoni dalam kehidupan. Dalam grup kami di atas tidak melulu orang Tionghua, jadi sudah terealisasi harapannya.

see all

All Comments (32)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • Beginilah yang seharusnya terjadi di Indonesia tercinta... "pribumi" ga ada berbuat deskriminasi thdp etnis tionghoa, dan etnis tionghoa pun harus mampu berbaur dan tidak sombong thdp orang2 "pribumi".. mari kita berkolaborasi dibawah naungan bendera merah putih.. :)

  • ayyy merinding dengernya, Bravo Indonesia. I love sundanese.

  • Soooo Coool!!! I love it, so beautiful. Genius.

  • hebbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaa­aaaaatt :) Great to see stuff like this.

  • hebbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaa­aaaaatt :) Great to see stuff like this.

  • Terimakasih, saya tidak bicara dikotomi. Cerita tahun 60an memang nyata2 ada malah tetangga saya di Solo adalah penari dan guru tari jowo, sehari-hari berbahasa jowo, itu sangat alami . Perlu diketahui wayang wong Istanna Mangkunegara pada awal abad 20 an yang membawa keluar tembok Istana adalah Orang Tionghua. Contoh musik gambang keromong kan alami juga. Jadi disini saya ingin mengatakan bahwa proses akulturasi budaya sudah lama berlangsung, tinggal kita teruskan. Salam Kembali

Loading...
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more