Uploaded by kencanaonline on Dec 20, 2010
Persepsi negatif atau kurang mendukung dari banyak pihak, pemilik kewenangan dalam pengelolaan sampah kota, pada teknologi pengomposan (composting) dapat dimengerti, ketika dipersepsikan semua pengomposan adalah metoda bedeng terbuka ( open windrows method). Kendati populer di pertanian dan pedesaan, metoda bedeng dalam membuat kompos ini, bukan solusi bagi perkotaan, dengan kondisi sosial, lingkungan dan kultur berbeda dengan pertanian. Pada tiap satuan ton sampah, memerlukan luasan lahan bedeng setidaknya 3 x 8 m= 24 m2, dikali lama proses dekomposisi sampah organik 30 hingga 60 hari. Dapat dihitung, sekurangnya membutuhkan 1000 m2, termasuk sarana pemilahan (sortir) dan penyimpanan input-output. Maka, alat mesin tercanggih yang diperlukan bagi metoda bedeng ( open windrows) ini seolah menjadi murah, hanya mesin pencacah ( chopper, counting) bagi keperluan pengecilan ukuran material ( menjadi 2-5 cm).
Padahal, pengadaan mesin pencacah sesungguhnya baru menyiapkan 1 langkah ( tahap awal) dari 8 aspek mengelola proses penguraian (dekomposisi), selain pengecilan ukuran. Mengatur kelembaban, mengatur suhu pada range tertentu, menjaga kadar air, mengatur ukuran atau ketebalan tumpukan ( pile) bagi kepentingan porositas dan mengelola besaran intensitas aerasi serta keberadaan bakteri pengurai cukup guna mengimbangi keberadaan populasi mikroba patogen dari bahan sampah. Karenanya jangan heran, jika kemudian, banyak instalasi pengolahan sampah di berbagai kota menjadi terbengkalai, karena yang terjadi tidak lebih dari memindahkan metoda di pertanian ke perkotaan.
Metoda bedeng terbuka (open windrows) harus diakui bukan solusi yang tepat bagi tujuan pengolahan sampah di perkotaan, utamanya bagi pengolahan dalam satuan kecil tersebar di berbagai sumber sampah berada dan timbul, yang umumnya mendekati tempat manusia (pemukiman). Kebutuhan lahan bedeng yang luas di dekat pemukiman akan menimbulkan biaya investasi mahal, belum lagi keluaran polutan bau dari sampah yang ditumpuk dalam bedeng juga menimbulkan penolakan (resistensi) masyarakat sekitar. Dengan waktu proses hingga 2 bulan juga akan menaikan biaya tenaga kerja - yang tidak mudah diperoleh di perkotaan serta, meresapnya cairan lindi ke tanah juga akan menimbulkan cemaran ke sumur penduduk dan sungai, yang dalam jangka tertentu, akan menjadi masalah bagi masyarakat sekitar. Pendek kata, metoda yang sukses di pedesaan dan pertanian, belumlah menjadi jaminan sama suksesnya bila dilaksanakan di perkotaan.
Dengan mekanisasi penuh, bedeng terbuka dapat digantikan dengan alat mesin Rotary Kiln. Alat ini membatu pembalikan material menjadi praktis, serta pengelolaan kelembaban dan suhu juga dapat terkontrol karena material berada dalam tabung ( Kiln). Dengan mekanisasi, pada tahap penguraian (dekomposisi) setelah pengecilan ukuran dengan pencacah, penambahan intensitas aerasi dan porositas juga semudah memutar pedal exhaust fan. Inilah kunci bagi pengomposan modern yang menjamin bakteri pengurai bekerja tanpa henti ( dorman) - yang menjamin penguraian terus berlangsung dalam kondisi aerobik. Untuk diketahui, bau busuk dalam olah sampah, sesungguhnya ditimbulkan oleh proses penguaraian material organik tatkala kekurangan oksigen ( anaerobik). Pada kondisi an aerobik, material organik yang diurai bakteri, akan menghasilkan H2S dan CH4 ( methana). Kedua gas itulah yang dipersepsikan sebagi bau sampah.
Peranan mekanisasi penuh pada pengomposan, antaranya dengan penambahan alat fermentasi ( Rotary Kiln), telah memberi banyak keuntungan bagi pembuatan kompos dalam kepentingan pengolahan sampah di kota. Keperluan luasan lahan jauh menyusut, dari pengalaman dalam pengolahan sampah target 1 ton ( 3 m3)/ hari secara kontinyu, diperlukan 100 m2. Luasan ini jauh kecil dibanding dengan metoda bedeng pada kapasitas 1 ton/ hari yang sama tadi, hingga 1000 m2. Demikian juga kebutuhan tenaga kerja, cukup 1 orang operator mengerjakan pembalikan, pengelolaan suhu, pengelolaan kelembaban. Dan, dengan waktu penguraian cepat, hanya 5 hari dibanding metoda bedeng terbuka, akan memberikan keuntungan juga pada perputaran modal kerja.
Info detail mengenai Rotary Kiln, mesin kompos modern, kunjungi http://www.kencanaonline.com
Category:
Tags:
- sampah organik
- bedeng terbuka (open windoers)
- pengelolaan sampah
- mesin kompos
- mesin pengelolaan sampah
- usaha membuat kompos
- membuat kompos
License:
Standard YouTube License
-
1 likes, 0 dislikes
2:13
Beda Tapi Tetep Cintaby EspiraTV838 views
2:01
Proses Pengolahan Sampah Plastik - mastermesin.comby haruns776,551 views
4:00
Menguji Kadar NPK dalam Pupuk dan Tanah Pertanian ( Part 01)by kencanaonline1,311 views
1:42
Peluang Usaha Kompos Dengan Rotary Kiln Part 01by kencanaonline10,299 views
1:31
Pembuatan Komposby eimarus6,963 views
3:36
Upaya Mempertahankan Pertanian Kecil -Dunia Kita "Ep. Ramah Lingkungan" 9/17by voaindonesia235 views
0:50
Apollon Hellas arrives at Methana part 1by sotungaris267 views
9:33
Kau Istimewa (Kisah Rasulullah S.A.W.)by thexmatrixone156,681 views
1:47
PUSAT PEMASARAN PRODUK IKS JOHORby kerepekjohor241 views
3:08
DEMO ALARM KEBOCORAN TABUNG GAS TERCANGGIH XG-200 PLUS - ELPIJI 3KG, 12KG, DAN 50KG - XEONGAS.COMby xeongas434 views
1:08
Tim KencanaOnline Ke Pusat Pemerintahan PUTRAJAYA MALAYSIAby kencanaonline738 views
2:23
Evrim Işığında Mantar Yetiştiren Çiftçi Karıncaların Yaşam Döngüsüby GarajimdakiEjder2,828 views
2:16
Apollon Hellas arrives at Methana part 2by sotungaris340 views
5:01
tungku gravitasi.mp4by WedhaWardhana193 views
7:44
Electronic Cigarette Smoker Havenby TheBerasiam1,113 views
1:43
TDI Poly Urethaneby jitulohjinawi624 views
2:10
DEMO ALARM KEBOCORAN TABUNG GAS ELPIJI TERCANGGIH XG-100 PLUS - 3KG, 12KG, DAN 50KGby xeongas857 views
2:09
PNLH X-Kaum Petani Wanita Wonolelo Mengolah Sampah Organikby walhijo544 views
0:58
KENCANA ARTICLES Part 04by kencanaonline551 views
4:59
Sampahku bergunaby kwnindonesia934 views
- Loading more suggestions...
Link to this comment:
All Comments (0)