The video was taken when the family of the killed relocated his corpse from Palu to Poso. The corpse is still fresh, complete with fresh blood, six years after he was killed!
And don't say those who are killed in the path of The God are dead, nay they are alive but you perceive them as not.
Assalamualikum, mi ada berita br dr Poso:
JazirahPoso.com - Jenazah Asy-Syahid insya Allah Ali Lawasdi bin (alm) Hj. Amin rahimahullah masih utuh dan mengeluarkan darah segar. Asy-Syahid yang syahid ditembak aparat keamanan tatkala beliau menyerang Desa Beteleme sekitar 6 tahun yang lalu. Saat itu pihak keluarga ingin memindahkan beliau yang dimakamkan di Palu ke Ampana Kab Poso. Karomah ini menggemparkan warga Sulawesi Tengah khususnya Palu, Poso dan Ampana.
Beteleme (dari kata Betlehem) merupakan salah satu basis terkuat pasukan salib di Kab Morowali yang hampir mustahil untuk disentuh. Namun Allah Maha Kuat dan Maha Berkuasa. Asy-Syahid Ali Lawasdi bin Hj Amin berangkat menjual darah dan nyawanya dengan harga murah untuk mengembalikan izzah muslimin. Serangan ini terjadi pada tanggal 10 Oktober 2003 yang lampau dibawah pimpinan komandan Asy-Syahid insya Allah Madong.
Ali Lawasdi (30), Madong, Ari alias Taufik (25), dan Sahdan (22) syahid oleh aparat kemanan setempat dibawah operasi gabungan pimpinan Kabid Reskrim Polda Sulteng Kombes Pol Drs Tatang Somantri. Seluruhnya ditembak kecuali Ari yang menurut hasil visum Dr Surya, petugas di RSU Poso menyatakan hanya mendapatkan luka memar di leher. Sedangkan mujahidin lainnya tertangkap semuanya berjumlah 14 orang. Selain berhasil menangkap dan membunuh, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni berupa: amunisi 206 butir, dua buah senjata laras panjang M16 dengan empat Magazine dan satu pucuk SS1 plus satu Magazine serta 27 butir amunisi.
Salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) mereka adalah Ferry Silalahi SH, LLM , jaksa senior di Kejati Sulteng yang kemudian hari ditembak mati oleh orang tidak dikenal pada 27 Juni 2004 tatkala menangani kasus terpidana terorisme Firmansyah, Nizam Kaleb, Yusuf dan Fauzan.
Bagi mujahidin dan keluarga mujahidin, ayat-ayat ini semakin memantapkan keimanan dalam hati dan menambah keilkhlasan keluarga yang ditinggalkan oleh para syuhada. Redaksi JazirahPoso atas kemudahan Allah berkesempatan menemui kedua orang tua asy-syahid insya Allah Tengku Farsan alias Icang yang syahid pada ghazwah 22 Januari, dan beliau amat berbahagia mendengar karomah ini dan menangis haru. Ya Allah terimalah amalannya
al fatihah... untuk beliau
otairock70 1 year ago
selamat....wahai syuhada.. sungguh kebahagian yg tak terhingga ketika melangkahkan kaki ke dalam surga hidup kekal abadi bersama istri2 yg cantik di dalam surga yg luasnya seluas langit dan bumi
lansanak 1 year ago
ALLOHUAKBAR
roniteaeuy 1 year ago
ALLAH AKBAR
infitiny 1 year ago 2
Takbir....
EOPAC 1 year ago