Gayo: Memeriahkan HUT ke-63 Kemerdekaan RI, di dataran tinggi Gayo, Nanggroe Aceh Darussalam, warga menggelar lomba pacuan kuda dengan joki anak-anak yang tanpa mengenakan pelana. Perhelatan rakyat yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini selalu mendapat perhatian warga. Bukan saja masyarakat di dataran tinggi Gayo, warga luar daerah pun menyempatkan diri ke arena balapan ini.
Kuda dan joki cilik adalah dua sosok yang tak bisa dipisahkan. Para joki yang rata-rata berusia belasan tahun itu seakan begitu menyatu dengan kuda-kuda kesayangan yang dikendalikan di arena. Dalam lomba kali ini keluar sebagai pemenang ialah joki Junaidi, yang telah menekuni pacuan kuda sejak berumur tujuh tahun.
Berlomba tanpa pelana tidaklah mudah. Tak jarang, joki terjatuh hingga menderita luka-luka. Namun, musibah ini tak menyurutkan tekad mereka untuk terus menjadi joki untuk melestarikan budaya pacuan kuda
Link to this comment:
All Comments (0)