Dokumenter Papua 2004 Membidik Pembidik 02/03

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
4,792
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Feb 12, 2008

Di suatu kota di Papua yang bernama Nabire, yang terletak persis diteluk cendrawasih dengan penduduk yang berasal dari berbagai suku yang datang dari luar papua, seperti suku Bugis, suku Jawa, suku Toraja, dan sebagainya. Mereka bekerja sebagai pegawai pemerintah, tetapi orang asli nabire yang adalah tuan di tanah tersebut. Kehidupan mereka sangatlah memprihatinkan, karna penduduk aslinya sebagian besar adalah nelayan.
Disana hidup seorang yang sangat luar biasa bernama Daniel Alexander, kelahiran Surabaya pada tanggal 22 Maret 1956 yang mau memberikan hidupnya bagi masyarakat yg ada di daerah terpencil seperti Nabire. Ini adalah satu tindakan yg sangat luar biasa dan jarang terjadi, karena sedikit sekali orang yang mau peduli dengan kehidupan orang lain yang berada di tempat terpencil.
Dengan situasi dan latar belakang masyarakat Nabire yang sangat memprihatinkan dan situasi kehidupan yang menyedihkan seperti kesehatan, dimana masyarakat kurang mendapatkan pengobatan yang layak, serta tingginya wabah penyakit malaria, yang membuat masyarakat nabire pasrah dengan keadaan yang menimpa mereka. Serta tingkat pendidikan yang tidak memadai, dimana banyak anak-anak kecil yang seharusnya mendapatkan pendidikan tidak mendapatkan pendidikan tersebut, karena tidak ada lembaga yang mau menaruh hati untuk masyarakat yang berada di daerah ujung timur indonesa tersebut.
Kasus diatas itulah yang membuat pribadi Daniel Alexander mau menjadi bagian dari keprihatinan yang di rasakan masyarakat Nabire. Dengan cara menyediakan dan medirikan tempat kesehatan (rumah kesembuhan), tempat pendidikan (TK,SD,SLTP,SMU), dan asrama. Itu semua dia sediakan gratis bagi masyarakat Nabire, terlebih khusus bagi anak-anak. Karena bagi Daniel Alexander anak adalah aset yang paling berharga yang akan menjadi penentu kesuksesan bangsa dan negara yang kita cintai Republik Indonesia. Sikap Daniel ini bukanlah menjadi suatu sikap semata-mata untuk membuat dirinya dikagumi, dihormati, atau dihargai. Tapi sikap ini dia lakukan karena dia mencintai negaranya sendiri. Karena bagi Daniel, jika hal ini dibiarkan, maka banyak generasi muda yang akan menderita dan akan membuat negara ini menjadi hancur. Dengan sikapnya yg rendah hati, ramah, dan suka berkomunikasi dengan orang lain, membuat Daniel Alexander disayangi dan dihormati oleh masyarakat Nabire.

"infestasikan apa yang kita miliki Kepada keturunan kita"

Category:

Nonprofits & Activism

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 1 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (4)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • saya kurang setuju dengan pernyataan bapak" yg mengatakan sebagian besar mereka masih telanjang.."

    jangan memutar balikan fakta" apakah anda sudah melakukan penelitian ke berbagai daerha di papua??

    jika sudah pasti anda akan menemukan sebagian kecil saja yg masih telanjang.

    berikan lah argumen yg sesua dengan Fakta pak" jangan opini ok

  • fuck you indonesia

  • Tuhan akan berkati pelayanan bapak, sebagai anak Papua saya sedihh!!!

  • terima kasih pak daniel, sudah peduli dgn kami orang Papua. Tuhan brkati bapak sekeluarga

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more