Masih ingat peristiwa longsor sampah Leuwigajah tahun 2005 lalu? Peristiwa itu tidak terlalu mencuat dan terbilang 'tidak ada apa-apanya' dibandingkan dengan peristiwa tsunami di Aceh yang terjadi 2 bulan sebelumnya dengan korban yang mencapai ratusan ribu jiwa. Namun, peristiwa tersebut telah mencoreng wajah Bandung dan memberikan cap Bandung sebagai kota sampah. Tragedi Leuwigajah bukan sekedar bencana alam. Peristiwa longsor ini tidak akan terjadi jika penanganan sampah dikontrol dengan baik. Sampah yang datang dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung serta Kota Cimahi ini total mencapai lebih dari 4.000 ton tiap harinya. Dan kita punya andil terhadap terjadinya tragedi tersebut.
Lemahnya pengelolaan sampah yang tersentralisasi ini 'memaksa' kita untuk terlibat dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah memulainya dari lingkungan sekitar kita. Sejumlah penelitian terhadap kondisi sampah di Kota Bandung menunjukkan 50 % (bahkan ada yang menyebut 60%) dari total sampah merupakan sampah organik dan 50% sampah non organik (yang terdiri dari 35% sampah kertas, plastik, logam, kaca, dan 15% sampah B3-bahan berbahaya beracun). Sejauh ini minimasi sampah paling sederhana yang dapat kita lakukan adalah melakukan 3R, yaitu Reduce (mengurangi sampah yang dihasilkan), Reuse (menggunakan kembali barang yang masih berguna), dan Recycle (mendaur ulang sampah menjadi produk baru). Bayangkan kalau kita mau ambil bagian dalam mengelola sampah yang kita hasilkan sendiri, paling tidak kita telah memberikan andil mengatasi 50 persen persoalan sampah di wilayah kita (dalam contoh ini di Kota Bandung). Sekitar 50% persen sampah organik yang kita hasilkan tersebut dapat kita kelola dengan melakukan komposting. Salah satunya dengan menggunakan Takakura Home Method. Mari kita coba!
Diproduksi oleh Gema Pelikan
Materi: Dhenok Hastuti, J. Subay, Renni Suhardi, PhD
Kameraman & Editing: Ig. Yunanto
Naskah & Narasi: Dhenok
Musik: Acoustic Mania
Lokasi pengambilan gambar: Jl. Bogor 10, Bandung
menarik sih infonya... di sini (malaysia) kami pakai surat khabar aja untuk tutup media kompos takakura.... tapi, cara anda lebih nampak menarik kerana menggunakan bungkusan sekam padi...... kaedah itu nampak lebih menarik dan mudah..... saya mahu mencubanya di tempat saya......
makasih ya infonya.... =D
nosan 5 months ago
@nosan
trimakasih.. semua bahannya ada juga di malaysia kan? selamat mencoba, semoga bermanfaat :)
dhenokhastuti 5 months ago
terimakasih infonya dhen ......terimakasih
mankgian 1 year ago
@mankgian
sama2. kalau sudah coba, bagi2 cerita soal perkembangannya ya.. biar kita bisa sama2 belajar. ok! :)
dhenokhastuti 1 year ago