Hari Selasa, Dalai Lama mengadakan doa bagi para korban topan bulan lalu, di Taiwan. Dia memimpin doa sebelum menyapa 10.000 penduduk di Stadion Kaohsiung.
Dalai lama tiba tanggal 30 Agustus untuk menghibur korban topan terburuk dalam 50 tahun terakhir, yang menewaskan lebih dari 700 orang.
Tapi kunjungan itu menuai kecaman dari partai komunis China. Dalai Lama mengatakan ia di Taiwan bukan karena alasan politik.
[Dalai Lama, Pemimpin Spiritual Tibet]:
"Tujuan saya berada di sini karena bencana topan baru-baru ini. Hampir 500 orang kehilangan nyawa. Keluarga yang ditinggalkan masih berduka, hancur, terluka dan penuh kesedihan."
Pada hari Senin, sekelompok kecil demonstran pro-komunis berkumpul di luar hotel Dalai Lama memprotes kunjungannya. Tetapi banyak penduduk Kaohsiung mendukung Kunjungannya.
[Luo Sheng-yuan, Penduduk Kaohsiung]:
"Tidak masalah apakah pengungsi beragama atau tidak. Kunjungannya di sini sangat bermakna bagi kita semua. Ini bukan masalah politik. Saya pikir orang-orang terlalu banyak membaca."
[Ch'en Hui-chen, Penduduk Kaohsiung]:
"Walaupun orang mengkritik Dalai Lama dia masih mencintai mereka. Dia sangat pengasih, mencintai semua orang, tidak membedakan - orang-orang yang membenci dan mengasihinya; ia mencintai mereka semua."
Dalai Lama mengasingkan diri dari Tibet tahun 1959 setelah pemberontakan yang gagal terhadap kekuasaan China. Dia ingin partai komunis China untuk memberikan kebebasan beragama dan otonomi khusus bagi orang Tibet
NDT News melaporkan.
Long live His Holiness the Dalai Lama for sake of all leaving beings in the world.
We don't care what CCP Chinese says, because we care of the world peace!!
sonam21 2 years ago