Universitas Telanjang Kaki Venezuela

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
315 views
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Jun 17, 2011

Universitas pribumi pertama Venezuela, sedang mempersiapkan sistim pendidikan nasional yang lebih tinggi tahun ini, untuk membawa dana tambahan demi melindungi budaya yang terancam punah.

Siswanya berjumlah 100 orang, berasal dari berbagai suku. Universitas ini telah dinamai "Universitas Telanjang Kaki", karena sebagian besar murid datang dengan telanjang kaki melalui padang rumput, sambil menghindari binatang buas.

Para siswa harus membersihkan kaki sebelum masuk ke kampus, dimana mereka belajar kebiasaan kuno, mitos, hukum modern dan teknologi.

Najiru, murid berumur 23 tahun dari suku Warao berkata, ia lebih mempercayai universitas, dari pada program bantuan tradisional lain.

[Najiru, Mahasiswa Universitas Telanjang Kaki]:
"Kualitas hidup di kota pribumi, bukanlah dengan memberikan kita perahu motor, toilet, atau bahan baku. Itu bukanlah kualitas hidup. Memiliki lahan kecil, perahu, sebuah parang dan alat untuk bekerja, adalah kualitas hidup. Kami bahagia dengannya. Orang-orang non pribumi menawarkan hal-hal yang tidak berguna, tanpa memahami budaya dan situasi kami."

Emajyumi Torres dari suku Ye'kuana adalah salah satu lulusan yang sekarang menjadi guru. Ia sedang berjuang untuk menyusun tulisan tentang kebijakan dari generasi tua.

[Emajyumi Torres, Guru]:
"Alasan untuk menulis pengetahuan adalah karena hampir semua orang pribumi, orang-orang kuno yang merupakan perpustakaan hidup, semakin tua. Universitas berjuang untuk mengumpulkan semua sejarah, mitos, cerita, teknologi dan pendidikan."




Jose Korta adalah seorang imam yang merupakan salah satu pendiri universitas.

[Jose Korta, Tim Pendiri Univ. Telanjang Kaki]:
"Universitas pribumi adalah mendasar. Di universitas pribumi ini, mereka menyadari konteks masyarakat sekitar, yang tidaklah mudah."

Murid-murid ini tidak perlu berseragam, mereka tidur di tempat tidur gantung, dan masak dengan api terbuka.

Harapannya, universitas akan membantu masyarakat pribumi untuk menciptakan pemimpin. Sehingga, mereka dapat membela hak tanah, serta menyaring modernisasi yang akan menghancurkan alam dan budaya.

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more