Pelajaran di Balik Sebuah Bencana
Melihat keadaan hidup manusia di dunia ini, hati saya sangat berat dan sedih. Ajaran Buddha selalu mengingatkan kita, kehidupan tidak kekal dan bumi amat rentan. Tayangan yang baru saja kita saksikan adalah keadaan di Yangon, Myanmar. Lihatlah, keadaan bencananya amat parah. Pada tanggal 2 mei lalu, tiba-tiba terjadi angin ribut di sana. Benar-benar mengerikan. Mereka menyebutnya badai tropis Nargis. Di Taiwan kita menyebutnya topan, hanya sebutannya saja yang berbeda. Topan ini sangat kuat menyapu Myanmar. Menyebabkan lebih dari 20.000 orang meninggal, dan lebih dari 40.000 orang hilang. Karena Myanmar diperintah oleh rezim militer, maka informasi yang didapat sangatlah terbatas. Tetapi dari sedikit informasi yang kita dapat, beberapa hari ini keadaannya sudah demikian parah. Walaupun kondisi di sana masih kurang jelas, Walaupun kondisi di sana masih kurang jelas, kita tetap tidak akan menyerah. Sejak saat berita itu diterima, kita terus mencari dan memperbaharui informasi.
Link to this comment:
All Comments (0)