Blues adalah manifesto ungkapan suara hati. Ketika hak asasi tertindas, saat kemerdekaan terenggut, manakala demokrasi ternoda, maka Blues menjadi bahasa yang menetes tanpa henti untuk memecahkan karang pandir dan kelu.
Kondisi ini merespon dari berbagai kasus persekongkolan politik yang memuakkan selain pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai belahan bumi Indonesia. Terkuaknya kasus korupsi pembangunan infrastruktur oleh politikus, korupsi pajak, pelecehan TKI, suap hakim, jaksa dan aparatur penegak hukum lain, hingga berbagai kasus penyerangan atas nama agama.
Blues menjadi bahasa perlawanan menentang angkara kepongahan, mengekspresikan kebebasan jiwa agar:
1. Merdeka untuk beragama
2. Merdeka utuk hidup layak
3. Merdeka untuk berekspresi
4. Merdeka dari rasa takut
Blues menjadi medium untuk meneriakkan dengan lantang hak demokrasi yang tak lagi milik warga negara Indonesia yang merdeka.
==============================================
BLUES 4 FREEDOM (Concert & Exhibitions) adalah kerjasama antara Dewan Kesenian Jakarta dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Djakarta Artmosphere, sebagai bagian dari event paralel Jakarta Biennale#14.2011 "MAXIMUM CITY".
Tempat dan waktu:
Plaza Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Jumat, 29 Juli 2011 | 16.00 WIB
Pengisi acara:
Gugun Blues Shelter, Navicula, Efek Rumah Kaca, The Flowers, Getah, Bangku Taman, Leonardo, Harry Pochang Blues Libre.
"MUSIK UNTUK DEMOKRASI"
Facebook Page: http://on.fb.me/piYU9d
Twitter: @Blues4Freedom
death sentence for corruption!
dimasagung1979 6 months ago
SETUJU SAMA BANG CHOLIL :D
rammakuramamu 7 months ago
kaum melankolia memang beda cara berfikirnya , gue suka efekrumahkaca seperti gue suka dgn buku harian gue , freedooooooooooooom
ogi3613 7 months ago