Cattish Children Road Singer

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
9,382
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Sep 29, 2008

Cattish Children Road Singer
Reporter T. Wijaya

Road street musician children, can be told as child of road. They is equal to beggar, polisher, and newspaper seller. In Palembang, based on government data Palembang, number of child of roads 286.
They make a living in digressing red light, market, town bus, shop, government office, and restaurant. Only partly small child of this going to school roads. Though mostly coexists parent. Their poor parent. Its work like becoming pedicab attractant, market labour, or building labour.
Mostly they become child of road supported by its parent. Even, partly obliged to remit production to parent or they mothering it.
They work from midnight finite morning. Production they are from singing in road, cadges, and other, around 10-20 thousand rupiahs every day.
Formerly, when government implements construction program of child of road getting loan from World bank many self-supporting institutes of public emerging in Palembang manage them, but after the project ends the organization most of cover. Now only some organizations opening halting-place house for child of road.
Cause most of moslem, nearing lebaran This idul fitri, child of road becoming motivateds makes a living in road. Its money is of course celebrate Idul fitri.
Based on report a number of self-supporting institutes of public, number of child of its(the number roads enough heights or exceeds number 286 like calculated government. The numbers can reach 1000 chlids.

Song MAMA by Adi Bing Slamet

Anak-anak pengamen jalanan, dapat dikatakan sebagai anak jalanan. Mereka sama dengan pengemis, penyemir, dan penjual koran.
Di Palembang, berdasarkan data pemerintah Palembang, jumlah anak jalanan sebanyak 286 orang.
Mereka mencari uang di simpang lampu merah, pasar, bus kota, pertokoan, kantor pemerintah, dan rumah makan.
Hanya sebagian kecil anak jalanan ini yang sekolah. Meskipun sebagian besar hidup bersama orangtua. Orangtua mereka miskin. Pekerjaannya seperti menjadi penarik becak, buruh pasar, atau buruh bangunan.
Sebagian besar mereka menjadi anak jalanan didukung oleh orangtuanya. Bahkan, sebagian diwajibkan untuk menyetor penghasilan kepada orangtua atau mereka yang mengasuhnya.
Mereka bekerja dari pagi hingga tengah malam. Penghasilan mereka dari nyanyi di jalan, mengemis, dan lainnya, sekitar 10-20 ribu rupiah setiap hari.
Dulu, saat pemerintah menjalankan program pembinaan anak jalanan yang mendapat pinjaman dari Bank Dunia banyak lembaga swadaya masyarakat yang muncul di Palembang buat mengurusi mereka, tapi setelah proyek itu berakhir organisasi itu sebagian besar tutup. Kini hanya beberapa organisasi yang membuka rumah singgah bagi anak jalanan.
Lantaran sebagian besar muslim, menjelang lebaran Idul Fitri ini, anak jalanan kian bersemangat mencari uang di jalanan. Uangnya tentu saja buat merayakan Idul Fitri.
Berdasarkan laporan sejumlah lembaga swadaya masyarakat, jumlah anak jalanan angkanya cukup tinggi atau melebihi angka 286 seperti dihitung pemerintah. Jumlahnya dapat mencapai 1.000 anak.

Lagu MAMA oleh Adi Bing Slamet

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...
Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more