Uploaded by wanawotvideo on Mar 9, 2007
Kemalangan seperti tak berhenti menimpa warga Bantul, Yogyakarta. Setelah diguncang gempa berkekuatan 5,9 skala Richter, rumah- rumah mereka roboh rata dengan tanah, kegelapan tanpa listrik, dan curah hujan kini harus mereka "arungi". Di kabupaten itu saja sampai Minggu (28/5/2006) petang tercatat sudah 2.700 orang lebih meninggal dunia. Belum termasuk korban lain di kabupaten lain di Provinsi DI Yogyakarta dan kota-kota lain di Provinsi Jawa Tengah.
Hujan tiba-tiba turun sejak Minggu sore, sementara sebagian besar warga hanya tidur "beratap langit". Bantuan tenda dan logistik yang diharap-harap pun tak kunjung tiba....
Sepanjang jalan di sekitar Kecamatan Sewon menuju ke arah kota Bantul warga hanya menggelar selembar tikar atau apa saja yang bisa dijadikan alas untuk tidur, tanpa atap. Namun, langit memang tidak sedang ramah hari ini. Lantaran hujan sebagian kemudian memfungsikan alas tidur sebagai atap.
Itu artinya, kalau hujan reda, mereka harus tidur di atas alas yang basah. Penderitaan itu pun masih harus ditambah lagi dengan padamnya aliran listrik sejak Sabtu pagi. Warga Bantul benar-benar harus hidup dalam "kegelapan", bukan semata karena ketiadaan penerangan, tetapi lebih-lebih lantaran ketidakjelasan hari esok.
Siang hari setelah guncangan, Jumilah (60) sudah mengungsi bersama cucunya, Afnan, yang baru lahir dua bulan lalu. Perempuan asal Dusun Serut, Desa Palbapang, Bantul, ini mengungsi di tenda peleton di Lapangan Trirenggo. "Saya tidak perlu dipikirkan, tolong carikan cucu saya baju, ia kedinginan...," ujar Jumilah. Tak seorang pun bergeming. Bahkan beberapa anggota satkorlak yang diajaknya bicara seperti tak berbuat apa-apa. Celakanya lagi, tenda yang diharap bisa memberi perlindungan dari ancaman dingin dan hujan malah kebanjiran karena hujan deras. "Kami terpaksa tidur sambil berdiri menggendong bayi...," tutur Jumilah. Siti Maryati (25), ibu sang bayi, hanya mengangguk. Mungkin ia sudah kehabisan kata untuk mengungkapkan penderitaan keluarga.
Eni Trianawati (23), yang baru melahirkan dua hari lalu, juga rela menapaki bukit yang penuh pepohonan kayu putih di Hutan Bunder Gunung Kidul untuk mengungsi di tempat itu. Bayi yang belum dinamainya ini menangis sepanjang jalan. Di hutan beberapa kali mereka merasakan gempa susulan dan hujan deras. Ia lari ke hutan bersama ratusan orang lainnya dan tinggal di situ sampai Minggu pagi untuk menghindari gempa dan isu tsunami. Tak ada tenda layak ataupun makanan saat ia mengungsi di situ padahal anaknya sepanjang malam menangis karena kedinginan dan kelaparan.
"Kami butuh bantuan, Mas ini wartawan dari mana? Tolong kami, Mas. Ayo lihat rumah kami di sana. Semuanya hancur dan sampai saat ini kami belum dapat bantuan. Padahal warga dusun lainnya sudah," ujar Johan (30), dengan mata berkaca-kaca. Tangisannya pun keluar sesenggukan dan butiran air mata itu disekanya dengan punggung telapak tangan. Warga Demangan, Trimulyo, Jetis, Bantul, ini kemudian menggandeng tangan wartawan dan memperkenalkan pada beberapa tetangganya yang saat itu tengah berdiri di tepi jalan Imogiri. Keluhan mereka pun sama, sangat berharap ada bantuan, terutama untuk makanan dan tenda berlindung dari hujan.
Jika kemudian di hampir seluruh tepi jalan sekitar Bantul ada tulisan berbunyi, "Kami Butuh Bantuan" atau "Menerima Logistik", duduk perkaranya makin menjadi jelas.
Sehari setelah bencana, sebagian besar warga belum menerima bantuan yang layak. Jangankan makanan, sekadar tenda berteduh dari guyuran hujan pun belum mereka terima. Dalam kondisi seperti itu, warga berupaya mencari jalannya sendiri. Selain mendirikan tenda-tenda dengan bahan apa saja, mereka juga mulai meminta sumbangan kepada setiap kendaraan yang lewat.
Hampir di sepanjang ruas jalan dari perempatan Wonokromo di Kecamatan Plered, ke arah Imogiri, siang itu penuh oleh warga yang membawa kardus sumbangan. Hal yang sama terjadi di ruas jalan dari Imogiri ke arah Kota Bantul. Kondisi ini didorong oleh "kekosongan" akibat kelambanan pemerintah dalam menangani para korban. Warga mengambil "inisiatif" sendiri, karena merasa "ditelantarkan".
Bupati Bantul Idham Samawi memang telah berjanji untuk sesegera mungkin mendistribusikan bantuan agar warga tidak meminta-minta sumbangan di jalanan. Idham menyatakan, bantuan sudah berdatangan dan distribusi dipusatkan di 17 kantor kecamatan yang ada. Persoalannya, "jalur distribusi" selalu butuh pengawalan ketat supaya materi yang didistribusikan segera sampai. Distribusi juga butuh sukarelawan pelaksana yang militan, yang hanya mengabdi pada kepentingan rakyat yang amat menderita. Kalau begitu, ia harus bekerja keras karena sampai Minggu sore warga yang menggelar tikar atau lembar papan rumahnya di sekitar Kecamatan Kasihan, Bantul, masih cukup banyak. Beberapa bahkan di antaranya membuat tenda darurat di tengah-tengah persawahan. Dalam cuaca hujan, tentu saja sawah sangat rentan terhadap banjir.
Category:
Tags:
License:
Standard YouTube License
-
5 likes, 0 dislikes
1:20
Suara Gempaby wanawotvideo91,240 views
3:32
Albinoni, Tanah Yang Retak, Gempa Bantulby wanawotvideo5,815 views
0:27
gempa bumi di jogjaby rochmat20002,352 views
1:54
naik becak di yogjakartaby uluwatu20079,250 views
1:45
Melahirkan Bayi di Pinggir Jalanby WongBusan62,647 views
7:42
HUJAN-kombinasi SEKEJAB SAHAJA n PAGI YANG GELAPby sikuchai2,543 views
5:15
Stratovarius, isu Tsunami Gempa Bantul Yogyaby wanawotvideo18,652 views
2:25
BANGKITLAH JOGJA, SMKN 1 Sanden Bantul Pasca GEMPAby wanawotvideo6,763 views
3:18
Peta Bantul Yogya Sebelum dan Setelah Gempaby wanawotvideo26,823 views
1:41
Seorang Balita Melahirkan Bayiby betaufo706,813 views
1:38
Gores tangan sampai hancurby heizmedia794,514 views
3:59
Saat Saat Terindah ~ RaMaby lestariku368,420 views
0:55
langit terbelah di yogyakartaby GustiError246,700 views
6:13
KUASA ALLAH/ KUASA ALLAH-pandangan@vision dari angkasa-bukti langit pecah belah.by doomsdaynarrator27,819 views
1:33
El Rey Arturo, Gempa Bantul Yogyakartaby wanawotvideo3,713 views
0:53
sapi melahirkan 1by susesusesuse575,654 views
5:01
KLa Project - Jogjakarta/Yogyakarta (The Original Version)by katonbagaskara724,849 views
5:34
BULAN BERKACAby axldewangga1,306 views
3:29
Chrisye, Gempa Bumi Bantul Yogyakartaby wanawotvideo41,612 views
8:11
Dunia Lain - Lawang Sewuby adjiesejatie2,279,353 views
- Loading more suggestions...
Link to this comment:
Video Responses
All Comments (0)