Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

DPR-RI Meutya Hafid Sidak Bandara Kuala Namu2

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
1,015
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on May 17, 2011

MEUTYA HAFID Trus BERJUANG AGAR BANDARA KUALANAMU CEPAT SELESAI

MEDAN -Anggota DPR Fraksi Golkar dari daerah pemilihan Sumut 1, Meutya Hafid melakukan kunjungan ke Bandara Kualanamu. Ia menemui pihak Satuan kerja Bandara dari Kementerian Perhubungan dan pihak PT Angkasa Pura 2 untuk mengetahui lebih dalam duduk permasalahan yang masih menjadi kendala dalam pembangunan Bandara Kualanamu, Rabu (03/11/2010).




"Medan sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia, sangat membutuhkan sebuah bandar udara tingkat Internasional. Terwujudnya bandara Kualanamu akan meningkatkan denyut nadi pariwisata dan sektor lain di Sumatera Utara ini." Tutur anggota Komisi XI ini.




Dalam rangka kunjungan masa reses ini, Meutya memang sangat menaruh perhatian penting pada sektor infrastruktur di daerah pemilihannya. Bandara Kualanamu yang dibangun dengan pendanaan dari APBN ini pelaksanaan pembangunannya telah dimulai sejak tahun 2007. Progress total pelaksanaan pembangunan sampai dengan bulan Oktober 2010 baru mencapai 61,87 %. Nilai anggaran diestimasi akan mencapai Rp 3,3 triliun.




Berlokasi Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kab Deli Serdang, Bandara ini direncanakan menjadi bandara terbesar kedua nasional setelah bandara internasional Sukarno-Hatta Jakarta. Kualanamu direncanakan untuk dapat didarati pesawat sejenis B-747-400 dan pesawat A-380, memiliki landas pacu (runway) dengan dimensi 3.750 m x 60 m, juga kapasitas Terminal Penumpang 86.000 m2 yang dapat menampung 8 juta penumpang.




"Saya sangat berharap percepatan bandara Kualanamu dapat terlaksana, saya melihat ini sebagai infrastuktur strategis yang harus diprioritaskan. Ini akan saya perjuangkan sebelum masa jabatan saya habis." Demikian tekad anggota dewan ini.




Masalah yang dihadapi dalam pembangunan bandara Kualanamu adalah persoalan utama kekurangan anggaran sejumlah 1,2 Triliun, kemudian persoalan lainnya antara lain masalah pembangunan landas pacu pesawat (runway) yang belum bisa terlaksana karena harus proses lelang ulang sesuai hasil audit BPKP, persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas dengan masih adanya penduduk yang menempati lahan proyek, juga persoalan pembebasan lahan untuk memulai pembangunan jalan non tol menuju lokasi bandara. (

Category:

News & Politics

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (1)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • Seharusnya Bu Meutya Hafid dilengkapi dengan wireless mike supaya kedengaran tanya-jawabnya dengan orang-orang proyek KNIA.

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more