Uploaded by NTDIndonesian on Jul 8, 2009
Dominasi tarian modern di tengah masyarakat dewasa ini, tidak menurunkan semangat sebagian komunitas yang mencintai tarian tradisional, seperti yang ditunjukkan oleh ratusan penari ini. Para peserta yang datang dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Polandia dan India ini menyumbangkan aspirasi mereka dalam rangkaian tur Arsena International Folklore Festival yang digelar untuk kedua kalinya di Indonesia. Tujuan mereka adalah untuk mempererat hubungan antar bangsa, sekaligus mempopulerkan tarian tradisional bangsa mereka.
[Noviarifta Ilyas, Arsena International Folklore Festival]:
Saya melihat generasi muda sekarang, untuk tradisi mereka sudah mulai terkikis oleh modernisasi, justru itulah saya ingin tetap melestarikan folklore itu sendiri, tarian rakyat asli tradisional.
Disamping gerakannya yang indah, tarian-tarian tradisional ini ternyata juga dapat menceritakan sejarah dan kebudayaan masing-masing negara. Tarian Songket dari Malaysia misalnya, mengangkat cerita sejarah pakaian adat mereka, kain sarung. Ada juga rarian rakyat Polandia, Polonez yang menggambarkan sejarah bangsa ini, serta tarian Jota Quirino dari Filipina, yang menceritakan kehidupan rakyat dan permainan tradisional bambu yang sangat populer di Filipina pada abad ke-19.
Bagi para penari yang umumnya masih berusia muda ini, kebanggaan sebagai penari tradisional adalah kebanggaan untuk mampu menampilkan jati diri serta melestarikan kebudayaan tradisional mereka, yang merupakan warisan berharga dari leluhur.
[Jill Alyana Tanig, Penari Filipina]:
Saya memilih untuk menari tarian tradisional, karena hal itu memberikan jati diri mengenai bangsa, budaya, sejarah, dan bagaimana kami sebagai orang Filipina. Tarian modern adalah diadaptasi dari luar, jadi saya tidak bisa merasa bangga dalam menarikannya. Jadi saya pilih tarian tradisional Filipina.
Pagelaran International Folklore Festival ini lahir atas prakarsa UNESCO, (United Nations Educational & Scientific Cultural Organization) untuk mempersatukan negara-negara di dunia melalui seni dan budaya. Festival yang berawal mula di negara Perancis ini telah berumur 40 tahun, dan masih terus dilestarikan sampai saat ini.
Wartawan NTDTV melaporkan dari Jakarta, Indonesia.
-
10 likes, 0 dislikes
2:28
Pagelaran Save Our Culture Lestarikan Budaya Indonesiaby NTDIndonesian3,452 views
2:41
Mencari Duta Wisata dalam Abang & None 2009by NTDIndonesian3,194 views
1:30
Baksos Chinese-Buddhis dan TNIby NTDIndonesian3,584 views
2:37
Kompetisi NTD Bawa Tari Klasik ke Panggung Modernby NTDIndonesian2,841 views
5:38
tarian india feseni indian dance 7th college.wmvby thik19873,429 views
2:05
heboh leher pria lenturby dakom908,160 views
1:49
tarian tradisionalby babyfaraCuTe12,211 views
2:39
Malaysia Dance Part 1by unclebiff14,373 views
2:01
TARI MODERNby danikebraon10,360 views
2:57
tarian cinaby irzanbasirun4,326 views
1:03
TARIAN MELAYUby gajahliar43,751 views
9:48
tarian 1 malaysia sk1by TheEyesh2146,300 views
4:08
Kelas Tari Binsus Mix (03)by emmorsujadi3,196 views
3:43
Tari Pesta Gembiraby nuansaseni2,774 views
4:24
Malay Traditional Dance - Kurik Kundiby ilyasr249,402 views
7:53
SMK AIR MERAH- Tarian Tradisionalby SMKAIRMERAH2,515 views
2:42
Seni Tari Tarian Daerah Indonesia by Al Zahra vila dago pamulangby emilia2007703,149 views
1:05
Tarian Thailand / siam at Taman Mini Malaysia Melakaby notmu1,965 views
3:17
ACES Dance Troupe - Jota Quirinoby yhadz994,116 views
10:00
Majalengka Tari jaiponganby ali2268200219,099 views
- Loading more suggestions...
Link to this comment:
All Comments (0)