Pengakuan Amiruddin Rustan seorang Nasabah Bank Century (Part 2 of 2)

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
222 views
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Feb 13, 2010

Amiruddin Rustan tampak tenang menjawab cecaran pertanyaan dari Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century di Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Jumat (12/2). Ia menjawab satu per satu pertanyaan anggota Pansus dengan jelas, sampai-sampai anggota Pansus sempat kehilangan pertanyaan. Amiruddin Rustan adalah pengusaha bengkel di Makassar yang disebut-sebut menerima dana bailout Bank Century.

Amiruddin menjelaskan menjadi nasabah Bank Century sejak 2003. Ia memilih bank swasta itu agar mendapatkan kemudahan pelayanan. Ia mengaku tidak mengenal pemilik bank itu, Robert Tantular. Semula ia menaruh duitnya di reksadana. Namun, 3 Nopember 2008 uang Rp 66 miliar ia alihkan ke deposito.

Kabar buruk ia terima pada 12 Nopember 2008 bahwa Bank Century tengah bermasalah. Besok harinya, 13 Nopember 2008, ia meminta manajemen Bank Century Makassar memecah deposito untuk menjadi 33 lembar atas nama sanak-keluarga dan karyawan bengkelnya. "Atas inisiatif saya sendiri," kata Amirduddin. Ini ia lakukan agar dananya selamat karena yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya maksimal Rp 2 miliar.

Saat ini, masih ada dananya sebesar Rp 10 miliar dan Rp 1,4 miliar yang disimpan di reksadana. Ia mengaku, namanya rusak akibat kasus ini. Akibatnya, bisnisnya mulai goyah. Kiriman barang-barang dari distributor mulai seret. Lantaran itu ia berterima kasih telah diberi kesempatan menjelaskan masalah ini ke Pansus. "Mudah-mudahan nama Joni tidak rusak Pak," kata Amiruddin yang mengaku punya nama lain, Joni, disambut tawa Pansus.

Amiruddin menjelaskan, ia membuka usaha bengkel sejak tahun 1970-an. Usaha itu ia buka dari uang warisan orang tuanya. Saat ini ia memiliki empat bengkel otomotif, termasuk cabang di Kendari. Ia juga menjadi distributor ban Dunlop sejak 1997, punya pom bensin, distrubutor ban Mulstistrada, Elang Perdana,, mengimpor produk ExxonMobile, distributor Astra serta membuka usaha vulkanisir ban. Omset semua bisnisnya Rp 24 miliar per bulan.

Selama ini Amiruddin mendapatkan kredit BCA dari BCA. Pada 1997 ia mendapatkan kredit awal senilai Rp 24 miliar. Saat ini plafon kredit dari BCA mencapai Rp 85 miliar. Menjelang jatuh tempo, uang untuk membayar utang itu biasanya ia taruh di Century. "Agar plafon kredit dari BCA tidak berkurang," kata Amiruddin. Ia menggunakan agunan rumah untuk mendapatkan kredit itu. Tidak selembar pun sertifikat rumah ada di tangannya. "Kalau sampai macet, saya akan tidur di kolong jembatan," kata Amiruddin.

Category:

News & Politics

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more