Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

TNI uji cobe rudal yahkont rusia

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
42,521
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon
Ratings have been disabled for this video.

Uploaded by on Apr 23, 2011

TNI uji cobe rudal yahkont rusia.
koreksi masalah harga: sebetulnya sebuah rudal berharga US $1.2 atau sekitar 10 milyar rupiah. bukan 100 milyar rupiah.

Kemampuan Alutsita TNI Angkatan Laut akan segera bertambah. Ini terlihat dari salah satu KRI yang dimilikinya segera memiliki rudal Yahkunt buatan Rusia. Rudal ini punya daya jelajah super jauh yaitu 300 kilometer.
Untuk memasang rudal ini, TNI-AL mempercayakan pada devisi Kapal Perang yang dimiliki oleh PT PAL Indonesia.
Pemasangan rudal ini telah dikerjakannya selama tiga minggu terakhir. "Kemungkinan Juni pemasangan sudah rampung," kata dia, Rabu (17/2).
Yang pasti, dengan pemasangan rudal ini, kata Sutrisno, membuktikan jika kemampuan dari PT PAL tidak diragukan lagi.
Untuk devisi tempur sendiri, PT PAL ditahun 1995 hingga 1997 juga pernah melakukan overhaul (perbaikan total) pada dua kapal selam milik TNI-AL yaitu KRI Cakra dan KRI Nanggala.
Padahal, untuk overhaul kapal selam, biasanya TNI harus mengirimkannya ke Korea Selatan. "Padahal sejak dulu kita sebenarnya mampu," kata Sutrisno yang juga wakil Ketua Serikat Pekerja PT PAL ini.
Untuk memasang rudal Yahkunt, PT PAL sebenarnya juga telah berpengalaman karena beberapa waktu lalu juga berhasil memasang rudal buatan China di KRI Hiyu dan KRI Layang.
Ketua Serikat Pekerja PT PAL Yuniarto Leksana, menambahkan, selain overhaul kapal selam, devisi tempur PT PAL juga pernah memperbaiki kapal perang jenis corvet tepe sigma buatan Belanda yang biasanya perbaikan kapal jenis ini harus dilakukan di Swiss. "Saat itu kebetulan kapal ini sudah rusak berat dan tidak bisa dibawa ke Swiss. Terpaksa TNI meminta kita," katanya.
Tak hanya mampu melakukan perbaikan, saat ini PT PAL setidaknya juga sedang dalam proses merakit sebuah KRI yang rencannya akan diberinama KRI Banda Aceh milik TNI-AL
Berita terkait
Kapal Selam KRI Nanggala Diperbaiki di Korea Selatan
Amfibi Tiba dari Korea Langsung Uji Coba di Tanjung Priok
KRI Ikut USS George Washington Pimpin Parade Kapal Perang

Category:

Entertainment

Tags:

License:

Standard YouTube License

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (79)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • 1 rudal.. bisa hancurin 1 pulau lumayan gede.. apa lagi 60 rudal.. tanah malingsia bisa tenggelam rata ke laut...

  • mantaps nih rudal gak main2

    bikin terguncang keseimbangan militer asteng

  • hah 12 juta US dolar alias 100 Miliyar rupiah -_-

    salah report nih.. 12 juta US dolar mah udah bisa bawa pulang 2 Leopard 2a6 main battle tank baru.. mungkin maksutnya 1,2 juta USD alias 10Miliyar rupiah

  • dasar orang bodoh semua yg comnt,kalian semua memperebut kn apa,lbh baik bersatu itu lbh baik dari pada bergaduh.

  • buset mahal bgt,,,satu aja 12jt usd..bisa buat beli pemain bola satu tu...mending buat sendiri,masa ga bisa gue yakin bisa klo cuma rudal doang,indonesia tu pinter pinter sebetul nya

  • @BeatThatDanceBudi SUMBANG ja mas bro....demi negara

  • pesan dari kami rakyat indonesia: Pihak LAPAN harus mempelajari rakitan rudal yahkont buatan rusia itu kemudian buat sendiri sebanyak mungkin....klo bisa yang jangkaun missile nya lebih jauh lagi.....KAMI MENDUKUNGMU to LAPAN

  • @yengkiyan kayakx udah cocok mas bro....tapi jumlahnya harus banyak tu rudal....AYO kita KUMPULKAN KOIN untuk membeli rudal lebih banyak.....agar si maling porak poranda

  • bikin ndiri belum bisa kah,,

  • udah kaya ku sumbang uang untuk beli yang lebih gede rudal nya buat MALAYSIA biar tediam die...

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more