11/01/2010 13:49
Jakarta: Hotel prodeo yang biasa diidentikkan dengan kata penjara kini justru bisa lebih mewah dari hotel yang sebenarnya. Setidaknya itulah yang tercermin dari ruang penjara tempat narapidana kasus penyuapan, Artalita Suryani ditahan. Artalita kaget ketika kamar mewahnya disambangi sejumlah wartawan lantaran ia tengah melakukan perawatan tubuh, Senin (7/1). Dia mencoba menghindar. Para staf Rumah Tahanan Pondok Bambu pun turut membela perempuan yang akrab disapa Ayin itu.
Boleh dibilang inilah yang ditakutkan para petugas lapas. Terungkapnya fasilitas mewah yang diberikan kepada terpidana kasus suap itu. Jauh dari bayangan orang tentang ruang tahanan, sel berukuran delapan kali delapan meter tempat Ayin meringkuk dilengkapi kulkas, televisi layar datar, hingga penyejuk ruangan. Bukan cuma itu, ada sebuah ruang untuk bersantai dan berkaroke tak jauh dari sel Ayin.
Kenyataan ini pula yang mengejutkan tim Pemberantas Mafia Hukum saat melakukan inspeksi mendadak di Rutan Pondok Bambu. Tim yang baru dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini pun meradang [baca: Ditemukan Ruangan Tahanan `Berbintang Lima`]. Adanya kongkalikong antara narapidana dengan lapas maupun pejabat negara diduga menjadi penyebab kemewahan yang diterima Ayin.(ASW/AYB).
Link to this comment:
All Comments (0)