日出之女
Menyongsong Hari Esok
Jian Chun Mei adalah puteri satu-satunya keluarga Jian. Walau hidup dalam kemiskinan, dia tidak pernah mengeluh. Tapi cobaan demi cobaan datang silih berganti, ibunya meninggal saat dia berusia 6 tahun. Sejak itu dia harus membantu ayahnya untuk menyediakan makanan dan membantu disawah. Saat berusia 18 tahun dia jatuh cinta dengan seorang buruh, mereka saling mencintai, tapi ayahnya melarang hubungan ini. Karena seorang buruh tidak bisa memberi masa depan yang baik untuk puterinya. Tidak ingin melihat ayahnya bersedih, Chun Mei menerima saran ayahnya untuk menikah dengan Chen Qi Xian, putera tunggal yang diharapkan bisa memberi kebahagiaan serta hidup yang berkecukupan pada Chun Mei. Tidak lama setelah menikah, Chun Mei tidak rukun dengan suami serta ibu mertuanya, dia bahkan sering dipukul suaminya. Akhirnya ayahnya menyarankan untuk cerai. Setelah cerai, Chun Mei bekerja di Taipei, dan bertemu dengan Ding Wang Sheng, manajer pemasaran yang menjadi
rekan ditoko dia bekerja. Tidak lama kemudian, Chun Mei dilamar. Sepertinya nasib tidak menginjinkan Chun Mei hidup bahagia, tepat dihari dia dilamar, wajahnya disiram dengan Asam Hidroklorida. Kehidupan Chun Mei bagaikan berakhir disini, karena wajahnya cacat. sejak itu dia tidak ada keberanian untuk menghadapi dunia luar. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang kakak dari Tzu Chi dan guru Xu Jing Fang. Perlahan-lahan dia mulai menghadapi hari esoknya dan menemukan kembali kepercayaan dirinya yang telah lama hilang.
Link to this comment:
All Comments (0)