Pelajaran bahasa2 secara simultan / Bahasa2 dalam abad-21 / Konferensi di Tokyo dan Taipei
Saudara, saudari, selamat siang !
Nama saya Burkhard. Sekarang saya bekerja sebagai dosen bahasa Jerman di sebuah universitas di Taiwan. Dulu dari tahun 2005 sampai tahun 2007 saya dosen DAAD, yaitu Dinas Pertukaran Akademis Jerman. Saya bekerja sebagai dosen DAAD di Taiwan.
Menarik sekali, lembaga DAAD, bulan ini mengorganisasikan konferensi di Jepang, tentang bahasa Jerman dalam universitas. Ada beberapa guru yang berpikir, di universitas di dunia di mana-mana bahasa Inggris sudah bahasa dunia atau bahasa yang biasanya. Juga ada beberapa dosen yang berpikir tidak ada bahasa yang bisa panggil bahasa dunia. Saya sendiri setuju. Tidak ada bahasa apapun yang bisa panggil bahasa dunia.
Di saat ini, ada banyak orang yang bertanya saya, saya kenapa tidak membuat video dalam bahasa Inggris karena banyak orang yang berbicara bahasa Inggris tidak bisa mengerti saya. Tetapi saya merasa : Sekarang, khususnya di Amerika Serikat, ada banyak orang yang tidak berbicara bahasa asing apapun. Kenapa saya harus selalu berbicara bahasa Inggris ? Tolong, kalau tidak mengerti, bisa pakai kamus, bisa pakai Google Translate, di Internet.
Tahun yang lalu, di ibukota Taiwan, Taipei, saya mengikuti konferensi internasional tentang kemungkinan belajar banyak bahasa. Menarik sekali : Walaupun konferensi itu berlangsung di Taiwan, komite organisasi ada banyak orang guru besar universitas yang berasal dari Jepang. Sebab itu, pagi, ada banyak dosen yang tidak mau berbicara bahasa Inggris atau bahasa Cina, tetapi mereka berbicara bahasa Jepang.
Walaupun komite organisasi sudah memberikan semua orang halaman-halaman dengan penterjemahan ke dalam bahasa Inggris dan ke dalam bahasa Cina, tetapi ada beberapa dosen dari negara barat yang tidak senang. Mereka sudah biasa, di konferensi internasional, di mana-mana, selalu berbicara bahasa Inggris. Tetapi saat itu, ada beberapa dosen yang berbicara bahasa Jepang dan mereka tidak bisa mengerti. Mereka merasa mengejutkan sekali, mereka marah karena tidak bisa mengerti. Kemudian mereka keluar dari konferensi dan lebih suka kunjungi-kunjungi tempat turis di Taipei.
Saya rasa aneh sekali. Mereka kenapa datang ke Taiwan untuk mengikuti konferensi tentang belajar banyak bahasa, tetapi mereka tidak sabar. Kalau pakai bahasa yang tidak bahasa Inggris, kalau berbicara bahasa yang lain, mereka tidak sabar untuk dengar bahasa yang lain. Saya rasa aneh sekali.
Saya harapkan, di masa depan ada banyak orang yang akan belajar bahasa Indonesia. Kenapa tidak belajar bahasa Indonesia? Bahasa Indonesia tidak sesulit bahasa Inggris. Selain itu, bahkan presiden Amerika Serikat, Barack Obama, juga berbicara bahasa Indonesia. Terima kasih!
logat anda seperti orang jepang. tapi usaha yang bagus. (Your accent is like japanese). Nice try!
haareeboowoo 9 months ago 10
logat anda seperti orang jepang. tapi usaha yang bagus. (Your accent is like japanese). Nice try!
haareeboowoo 9 months ago 10