Aku tidak menyangka, ketika menerima dia sebagai pendampingku ternyata yang kudapat bukan cuma dirinya, tapi juga segambreng pasukan kecil. Aku bukannya mau mengelak sih, toh aku juga sering mengasuh keponakan-keponakanku. Tapi kan sewaktu kami berkenalan dia itu single, jadi mestinya kami memulai dari nol, ya kan? Aku belajar jadi istri dulu, terus hamil plus penyesuaian akan punya anak, dan akhirnya ketika anakku lahir nanti aku sudah siap menjadi ibu. Begitu kan teorinya? Not really.
Bia harus menerima kenyataan, bulan madunya terganggu oleh seorang peri dan tiga kurcaci cilik. Bukan hanya itu, hari-hari pernikahannya kemudian pun harus direcoki oleh Mila dan ketiga anaknya. Siapakah Mila, dan kenapa Irham, suami Bia, begitu peduli pada Mila dan anak-anaknya?
Link to this comment:
All Comments (0)