Upload

Loading icon Loading...

This video is unavailable.

KAPAL INDUK AMERIKA YANG BERTENAGA NUKLIR TERHANTAM GELOMBANG BESAR

Sign in to YouTube

Sign in with your Google Account (YouTube, Google+, Gmail, Orkut, Picasa, or Chrome) to like Addy Sumoharjo's video.

Sign in to YouTube

Sign in with your Google Account (YouTube, Google+, Gmail, Orkut, Picasa, or Chrome) to dislike Addy Sumoharjo's video.

Sign in to YouTube

Sign in with your Google Account (YouTube, Google+, Gmail, Orkut, Picasa, or Chrome) to add Addy Sumoharjo's video to your playlist.

Published on Sep 6, 2013

Kapal induk Amerika Serikat bertenaga nuklir USS Nimitz tiba di Korea Selatan Sabtu untuk berpartisipasi dalam pelatihan angkatan laut bersama sebagai bagian dari pelatihan rutin, kata Komando Pasukan Gabungan (CFC).

Nimitz berbobot 97 ribu ton, salah satu kapal perang terbesar di dunia, melakukan hubungan pelabuhan di kota pelabuhan tenggara Busan untuk tinggal tiga hari berpartisipasi dalam pelatihan militer bersama selama akhir pekan di perairan selatan dan timur Semenanjung Korea.

USS Nimitz merupakan bagian dari Kelompok Tempur Nimitz, yang terdiri kapal perusak dipandu-rudal USS Momsen, USS Preble dan kapal jelajah dipandu-rudal USS Princeton, menurut situs Web Angkatan Laut AS.

Latihan angkatan laut melibatkan kapal perang Nimitz, yang mengikuti pelatihan anti-kapal selam lima hari di Laut Kuning yang diakhiri Jumat, bertujuan untuk meningkatkan kesiapan militer dan interoperabilitas antara sekutu, kata CFC.

Selama tur kapal, Laksamana Michael White, komandan Kelompok Tempur Nimitz, mengatakan kepada wartawan bahwa kedua angkatan laut melakukan latihan 15 sampai 16 kali setahun dan bahwa panggilan pelabuhan tersebut merupakan bagian dari latihan rutin antara militer kedua negara.

Pekan lalu, Korea Utara mengecam latihan militer itu dan memperingatkan bahwa pihaknya akan membalas tanpa ampun setiap pelanggaran kedaulatan teritorial dengan pasukan roket.

Pyongyang meminta Seoul untuk menghentikan "tindakan bermusuhan dan provokasi militer" jika ingin menormalkan zona kawasan industri Kaesong yang kini ditangguhkan.

Sekitar 28.500 tentara Amerika ditempatkan di Korea Selatan sejak Perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Penempatan USS Nimitz, kapal induk bertenaga nuklir dan empat kapal milik Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa AS bertekad untuk memulai kampanye militer di Suriah. Demikian diungkapkan, Alexei Pushkov, anggota parlemen senior Rusia, Selasa (3/9/2013).

Kemarin, seorang pejabat pertahanan AS mengungkapkan, bahwa kapal Nimitz dan sejumlah kapal pendukung telah memasuki Laut Merah, sekitar pukul 10 pagi. Namun, sampai hari ini satuan tugas itu belum menerima perintah untuk bergerak menuju Mediterania, lokasi di mana lima kapal perusak AS dan USS San Antonio (kapal amfibi) bersiaga untuk kemungkinan melancarkan serangan terhadap Suriah.

"Dengan mengirimkan sebuah kapal induk bertenaga nuklir ke wilayah Pantai Suriah, Presiden AS Barack Obama menunjukan, bahwa aksi militer telah ditunda. Tapi, tidak dibatalkan," ungkap Pushkov yang juga merupakan Kepala urusan Komite Internasional parlemen Rusia.

"Dan, Obama telah bertekad untuk memulai perang," lanjut Pushkov.

Akhir pekan kemarin, Obama memutuskan menunda perintah untuk mengerahkan lima kapal penghancur di lepas pantai Suriah, sebelum ada keputusan dari Kongres AS.

Kongres AS memiliki waktu sembilan hari untuk memutuskan tindakan di Suriah. Penundaan untuk menyerang Suriah itu dimanfaatkan pihak militer AS untuk menyiapkan peralatan tempur mereka di wilayah yang berdekatan dengan Suriah.

Loading icon Loading...

Loading icon Loading...

Loading icon Loading...

Loading icon Loading...

Ratings have been disabled for this video.
Rating is available when the video has been rented.
This feature is not available right now. Please try again later.

Loading icon Loading...

Advertisement
Loading...
Working...
to add this to Watch Later

Add to