Festival Kamakura(Rumah Salju) Yokote, Provinsi Akita, Jepang 横手のかまくら

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
2,379
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Mar 1, 2010

秋田県横手市の冬景色(インドネシア語版)かまくら&ぼんでん Kamakura Yokote Akita

Jepang alias Negeri Sakura, juga alias Negeri Gunung Fuji, dan tambah lagi alias Yukiguni(Negeri Salju) seperti dikarang Yasunari Kawabata, pemenang Hadiah Nobel Sastra.
Maka untuk mencoba mencari budaya2 Yukiguni, berangkat menuju ke utara Pulau Honshu, dgn memakai Shinkansen(korete supercepat), ke Kota Yokote, Provinsi Akita dimana mengadakan Festival "Kamakura(Rumah Salju)", dan "Bonden".
Kota Yokote dgn jumlah penduduk sekitar 100 ribu jiwa, setiap tahun pada bulan Februari, dikunjungi ratusan ribu turis---baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Sebuah kota Propinsi Akita itu terletak sekitar 4 jam dari Tokyo. Daerah bagian utara Pulau Honshu itu memang terkenal sebagai "Yukiguni" alias Negeri Salju.
Dan justru karena daerahnya tertutup total oleh salju yang putih pada musim dingin, masyarakat setempat sejak 400 tahun yang lalu mempertahankan sebuah tradisi festival yg disebut "Kamakura", yakni Rumah Salju, pada pertengahan bulan Februari setiap tahun. Tahun ini, Festival Kamakura diadakan pada tgl 15-16(Senen & Selasa) Feb.
Menurut jurubicara kota Yokote, tahun ini terbuat sebanyak 100-an Kamakura besar, yaitu ukurannya setinggi sekitar 3 meter dan 3 meter diamiter, dgn tebal dinding sekitar 50cm. Konon untuk membuat sebuah Kamakura(Rumah Salju) butuh sekitar 3 ton salju, dgn menghabiskan biaya sekitar 60,000 Yen per setiap Kamakura.
Selain Kamakura besar, tahun ini konon terbuat sebanyak 10,000 buah Kamakura mini---hampir sama dgn jumlah penduduk. Misalkan di SD Minami terbuat raturan Kamakura mini oleh para murid.
Kamakura memang penuh dgn suasana romantisisme dan dunia fantasi. Di setiap Kamakura besar, ditunggu anak-anak SD dan SMP yg ingin melayani kaum pendatang(turis). "Haitte Tanse! Haitte Tanse!(Artinya Silahkan masuk! dalam bahasa daerah Akita)---begitu sang majikan Kamakura ajak para turis masuk ke dalam dan mencicipi Amazake(Sake yg manis) juga Omochi(keu beras ketan) hangat yg sedang dimasak olehj anak2. Tentu gratis semuanya. Itulah tradisi raykat kota Yokote dari zaman nenek-moyang.
Menurut jurubicara kota Yokote, tahun ini memang kian menonjol kaum turis dari Korea Selatan--dampak daripada sebuah drama TV Korsel yg pernah shooting di Yokote Maret tahun lalu. "Dari Indonesia?"---"Setahu kami belum ada warga Indonesia yg kemari. Semoga di masa mendatang, akan ada turis dari Indonesia. Kami dgn hangat akan menyambut"---ujarnya.
Sehabis Festival Kamakura yg berlangsung selama dua hari, Rumah Salju besar segera juga dibongkar, dipecahkan dgn habis biaya sekitar 50,000 Yen per sebuah---karena kalau dibiarkan akan berbahaya kemungkinan kecelakan anak2 sekitarnya, juga dari segi lalu lintas mobil.
Bila usai Festival Kamakura, besok harinya diadakan Festival "Bonden"---berbagai jenis boneka-boneka yg melambangkan kemakmuran panen dan keselamatan masyarakat. Ratusan buah Bonden dipawai, dibawa ke subuah kuil Shinto.
Kota Yokote yg tersohor dgn adanya Festival Kamakura, sebagai daya tarik turis, dibuat pula tiga buah Kamakura yg tahan sepanjang tahun----taruh didalam ruang yg terkontrol suhu udaranya minus 10 derajat Selsius.Bila usai Festival Kamakura dan Bonden, tak lama nanti musim semi akan datang di kota Yokote.


取材で、21年ぶりに秋田県横手市を再訪した。前回も今回も取材対象は、個人的にも大 好きなかまくら。
かつては写真と活字で紹介したが、今回は映像。骨身に凍みる寒さの中、子供たちの笑顔 に癒され、横手の冬物語を満喫した。二昔前に感じた、かまくら文化の素朴さは、観光客 の増加に伴ってか、少し変貌を遂げていたが、かまくら内で子どもたちが振舞ってくれる お餅と甘酒の味に変化はなかった。

韓国ドラマの撮影地にもなった横手、そしてかまくら。そのためか、韓国人ツーリストの 姿も目立った。かまくら文化の国際化が始まっている。熱帯の国・インドネシアの人々の 雪に対する関心は、日本人の常夏のリゾート地に対する憧憬と表裏一体だ。さて、今回の 映像、インドネシアの視聴者たちは、どんな印象を持ってくれるのだろうか。

Category:

Travel & Events

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:

Uploader Comments (Grahabudayaindonesia)

  • i love the music "wonderfull tonight" house like eskimo but they did not make brick from snow , i love it and if i have money i like to go there

  • The musiccal instrument is Sasandu from Rote Island, played by Sdr.Zakarias Ndaong. Bentuk rumah memang mirip rumah es Eskimo....Hoping you someday come to Japan in winter time, and directly touch the Kamakura(Rumah Salju). Makasih!

  • That looks amazing! :)

  • Thank you for watching. Still Kamakura(Snow house) traditional culture is alive in Yokote city---even over 400 years.

  • those snow houses were beautiful...

  • Yes, so wonderful---specially night time. Please come to Yokote to touch directly Kamakura(Snow House).

see all

All Comments (12)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • @meidy15ichi Setiap tahun pada bulan Februari diadakan Festival Rumah salju tsb. Moga kapan2 ada kesempatan utk menyaksikan event tsb secara langsung.

    Trms!

  • Yes, Mr.Zakarias Ndaong(30 years old from Kupang) played it. Last year we published two CD and 1 DVD for his works in Japan.

  • Is this music played with Sasandu?

  • Yes it's magical snow house. Hoping someday you would be a guest of Kamakura snow house!

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more