Synopsis:
The images in SOULSCAPE ROAD are like beads of meditation, like tasbih or Rosario. Through the optical game, they drag us to the depth of event and mystery of the soul, then bring us back to reality. Its like a walk in a dark tunnel to finally see the light at the end of it. It is also the mirror of civilization as well as a life cycle in a period of history of time. This origin of grief made a line that connects the axis of national tragedy after Aceh Tsunami at the end of 2004.
sinopsis:
Imaji fotografi dalam SOULSCAPE ROAD ibarat biji-biji meditasi, semacam tasbih atau rosario, yang melalui permainan persepsi optik menyeret kita pada kedalaman peristiwa dan misteri jiwa. Lalu mengembalikannya lagi pada kenyataan. Suatu perjalanan dalam gulita yang akhirnya menemukan cahaya di ujung jalan. Dia juga adalah cermin peradaban sekaligus siklus kehidupan dalam periode sejarah waktu. Antropologi nestapa ini menarik garis linear yang menghubungkan sumbu-sumbu tragedi bencana nasional pasca tsunami Aceh di penghujung 2004.
betapa kita semua sangat kecil di mata Tuhan ....in a blink of an eye....it all could go away....membuat kita lebih menghargai hal hal kecil yang terjadi di sekeliling kita, semoga para pemuka agama yg sombong dan munafik dapat melihat bahwa mereka bukanlah Tuhan, dan mereka tidak dapat "playing God" selamanya. terutama sebuah lembaga di negeri ini yang telah bertindak mendahului Tuhan dengan dapat memutuskan apa yang halal dan haram bagi rakyat.......
0402002 2 years ago