30/08/2007
Bangka: Penertiban di kompleks lokalisasi Sambung Giri, Bangka, Bangka Belitung, belum lama ini diwarnai kericuhan karena penghuni merasa diperlakukan tidak adil. Penertiban awalnya berlangsung tertib, bahkan imbauan pemerintah daerah ini diamini masyarakat. Tapi, teriakan sekelompok ibu-ibu mulai mengubah situasi yang tadinya tenang. Sebagian dari mereka yang menggantungkan hidup pada keberadaan lokalisasi tak terima jika ditutup.
Upaya penutupan lokalisasi Sambung Giri sendiri dimaksudkan untuk mewujudkan harapan Kabupaten Bangka yang bebas dari prostitusi. Apalagi selama ini di sekitar lokaliasasi rawan akan berbagai tindak kejahatan.
Penutupan lokalisasi Sambung Giri di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka Belitung diwarnai aksi perlawanan dan jerit histeris penghuninya. Begitu anggota polisi dan TNI tiba di lokalisasi Sambung Giri disambut spanduk yang dibentangkan oleh anak-anak penghuni lokalisasi.
Meski awalnya berlangsung tertib, aksi demo berlangsung panas. Warga penghuni lokalisasi menentang rencana penutupan dengan menggelar aksi demo. Mereka meminta, pemerintah dan kepolisian meninjau ulang kebijakan penutupan lokalisasi tersebut. Terkait penutupan lokalisasi terbesar di kawasan Bangka Belitung ini pemerintah daerah menyediakan tiga bus untuk mengantarkan para pekerja seks komoersial ke daerah asalnya masing-masing
jangan ngomong masalah neraka heeiii,,,realita hidup orang gak ada duit mana bisa makan...wanita melacur itu lebih berharga drpd nodong,jambret, garong, maling monyet lu
jetleeming 10 months ago
menyambung hidup dg hasil zina
emangnya kulit lonte2 ini sanggup menahan pedihnya api neraka
lansanak 3 years ago