Pupuk Organik (3)

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
1,837
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Mar 14, 2011

Pupuk Organik berproduksi dengan memanfaatkan potensi bahan-bahan alami seperti kompos dan limbah organik dengan tambahan mikroba khusus sebagai peramunya. Hasil produktivitasnya tidak lagi lebih rendah dibanding dengan cara konvensional pupuk kimia, demikian disampaikan Ir. Ali Zum Mashar, MA, M.Si, ID, peneliti dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang didampingi Drs. Michael M. Oendoen, MA, Komisaris Utama PT. Changa Halmahera Resources, pada Iptek Talk, Minggu, 25 Juli 2010, pkl. 18.30-19.00 WIB di TVRI.

Ali menuturkan bahwa penemuan mikroba yang digunakan untuk pupuk organik ini merupakan suatu terobosan baru, karena mikroba yang ditemukan oleh Ali ini cara kerjanya seperti mesin pencari internet (search engine) 'google'. Mikroba ini bisa mencari kesuburan kemudian mengumpulkannya sehingga bisa dengan mudah untuk dimanfaatkan, seperti menjadikan tanah lebih subur atau mencari potensi tersembunyai yang ada di dalam tanaman muncul. Salah satu contohnya adalah memunculkan gen kedelai sehingga kedelai mampu tumbuh menjadi raksasa dengan ketinggian hampir 2 meter, kemudian kelapa sawit bisa berbuah sangat lebat dan lain sebagainya.

Sebagai seorong peneliti Ali merasakan keprihatihan terhadap masyarakat yang hidup di kampung-kampung pedalaman sangat kesusahan dalam mendapatkan pupuk, kemudian juga cara bertani yang selalu mendapatkan hasil rendah. Apalagi ketika Ali ditugaskan di daerah transmigrasi di lahan gambut sejuta hektar dengan sejuta permasalahannya. Hal inilah yang melatarbelakangi Ali untuk melakukan penelitian tentang mikroba untuk pupuk organik. Di lahan gambut Kalimantan Tengah yang paling masam dengan pH 2-3 ini juga Ali mendapatkan anugerah kekuasaan dari Tuhan Yang Maha Esa yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian pribadi yang kemudian langsung diujicobakan di lahan tersebut. Ternyata jerih payah Ali tidak sia-sia, lahan gambut yang semua menjadi masalah ternyata bisa mendatangkan anugerah. Tidak hanya di lahan gambut, Ali juga melakukan ujicoba di daerah pasir kwarsa di Kalimantan Tengah untuk memantabkan bahwa makhluk-makhluk kecil (mikroba) inilah yang dapat memberikan kesuburan dan ternyata pasir tersebut menjadi dapat memproduksi bahan organik dan bisa menjadi media tanam yang bagus. "Disinilah keberhasilah pertama untuk membuat pasir bisa ditanami berbagai macam tanaman bahkan tanaman sayuran", kali Ali.

Konsep Bioperforasi dalam produksi organik dengan memanfaatkan keseimbangan komposisi mikroba unggul yang ada dalam pupuk organik mikroba google ini telah menunjukkan keajaiban dalam merekayasa tanah marginal menjadi subur untuk pertanian dalam waktu yang singkat (+ 3 bulan), bahkan tumbuh-produksi tanaman dapat optimal dan maksimal meskipun ditanam di lahan marginal seperti lahan Pasir tropis, Gambut, bekas tambang, dan di daerah padang pasir gurun untuk pengembangan tanaman yang sesuai iklim setempat seperti jagung, padi, kedelai, hortikultura dan rumput hijauan ternak serta tanaman penghijauan.

Keuntungan yang diperoleh dalam memproduksi komoditi pertanian dengan memanfaatkan pupuk organik ini yaitu :1) Nilai jual produk tinggi (Premium class), 2) secara komperatif lebih hemat karena dapat menekan penggunaan agroinput seperti pupuk kimia, pertisida dan penggunaan air, sedangkan produktivitas mampu meningkat sampai 300% sehingga biaya produksi per unit produk menjadi lebih rendah, 3) Kesuburan lahan tetap terjamin bahkan makin lama makin meningkat berkat kerja mikroba pensintesis bahan dan unsur organik tanah, 4) Meningkatkan mutu nutrisi dan kelengkapan bahan organik (kompos) yang diproduksi oleh petani sehingga kompos lebih subur, dan 5) Tidak berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Keberhasilan yang telah dilakukan Ali dalam membuktikan bahwa tanah pasir bisa menjadi subur dan dapat ditanami menarik minat dari negara di Timur Tengah untuk segera memanfaatkannya, a.l. di Arab Saudi, Bahrai, Dubai; juga akan dikembangkan di Srilanka dan Sudan. Ali memiliki keinginan untuk merubah paradigma yang selama ini ada bahwa warga Indonesia yang ke Timur Tengah bukan hanya sebagai TKI tetapi juga sebagai Tenaga Ahli.

Category:

Education

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (1)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • Informasi & Pemasaran : 0852 2228 1977

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more