Hati kita tertunduk penuh duka atas terjadinya bencana alam gempa bumi di Yogyakarta dan kawasan Jawa Tengah sekitarnya Sabtu pagi 27 Mei 2006.
Belasungkawa sedalam-dalamnya dan doa kita tujukan kepada korban yang meninggal akibat bencana tersebut. Harapan kita, kepada saudara-saudara kita ini, demikian pula kepada mereka yang luka-luka dan yang harus mengungsi, dapat kita berikan pertolongan dan bantuan sebaik-baiknya.
Alam memperlihatkan Kuasa Tuhan yang amat menggetarkan, menyentak sebagian besar warga Yogyakarta dan sekitarnya, yang selama beberapa bulan terakhir memusatkan perhatian pada Gunung Merapi yang sedang aktif luar biasa. Siapa menduga bahwa jauh di dalam kulit Bumi sana juga ada aktivitas lain yang lebih subtil untuk ditangkap indera manusia. Di lepas pantai Yogyakarta di Samudra Hindia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia bertumbukan dengan dahsyatnya, melepaskan energi yang menyebar dengan kekuatan tak tertahankan untuk ukuran manusia.
Penjelasan di atas kiranya melegakan kita yang tergerak untuk mengaitkan gempa kemarin dengan kemarahan Ratu Laut Selatan (Nyi Roro Kidul). Sekali lagi Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya dan memberi cobaan, ujian serta peringatan kepada kita semua. Ribuan rumah rata dengan tanah, ribuan jiwa meninggal dunia menghadap Illahi akibat terkena reruntuhan bangunan. Bagi mereka yang meninggal dunia, mereka telah dipilih Allah SWT untuk menjadi syuhada.
Ketika ALLAH SWT menguji nabi Ayyub AS dengan kehancuran harta, anak-anak dan keluarga, serta tak satupun barang berharga yang tersisa untuknya. Ketika itu nabi Ayyub AS berkata : "Aku memuji-MU wahai Rabb atas kebaikan yang Engkau anugerahkan kepadaku. Engkau menganugerahkan harta, anak-anak, dan keluarga kepadaku, hingga relung-relung hatiku terpenuhi oleh semua itu. Lalu Engkau mengambil semuanya dariku, dan Engkau mengosongkan hatiku hingga tak ada lagi penghalang antara aku dengan-MU." (H.R. Ibnu Hatim yang bersumber dari Yazid bin Maisarah).
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah S.A.W. bersabda : Allah Ta'ala berfirman : "Tidak ada balasan disisi-Ku bagi hamba-Ku yang mu'min apabila aku mematikan kekasihnya dari penghuni dunia dan ia mengharap pahalanya, melainkan sorga". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi. Kemudian baru orang-orang yang lebih rendah derajatnya, berurutan secara bertingkat. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika ia kuat dalam agamanya, maka ujiannya sangat berat. Dan jika lemah agamanya, maka ia akan diuji Allah sesuai tingkat ketaatannya pada agamanya. Demikianlah bala' dan ujian itu senantiasa dilimpahkan kepada seorang hamba sampai ia berjalan di muka bumi bersih dari dosa. (HR. Tirmidzi)
Dari Aisyah ra., dia berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya orang-orang shalih akan diperberat (musibah) atas mereka. Dan tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah, seperti tertusuk duri atau lebih ringan dari itu, kecuali akan dihapus dosa-dosanya dan akan ditingkatkan derajatnya". (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan Baihaqi)
Sesungguhnya, kemuliaan kita di dunia lain ditentukan oleh kerelaan kita untuk berpisah dengan apa yang kita cintai di dunia ini. Memang banyak peristiwa yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Kehilangan dengan apa yang kita cintai di dunia ini,... mudah-mudahan menyadarkan kita tentang apa yang sesungguhnya harus lebih kita cintai. Berpisah adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Jangan terjebak kebodohan dengan terus menerus mengingat manis dan pahitnya masa lalu. Kebencian manusia kepada perpisaan dengan apa yang dicintainya di dunia ini hanya akan mengantarkan kebencian manusia tersebut kepada Tuhannya. Hanya Allah SWT yang seharusnya lebih kita cintai. Mudah-2an kerelaan perpisahan dengan selain DIA akan mengantarkan kita kepada dunia lain yang lebih baik yang DIA janjikan.
Kita menerima realitas, Yogyakarta dan sebagian besar wilayah Tanah Air kita lainnya memang rawan terkena bencana alam, baik yang disebabkan oleh aktivitas tektonik maupun gunung berapi. Sebutan negeri zamrud di khatulistiwa beserta keelokan dan kekayaan alamnya seiring dengan sebutan lain yang menggetarkan, seperti pusat ring of fire dan area pertemuan lempeng-lempeng tektonik dunia yang amat aktif. Tak pelak lagi, letusan gunung api dan gempa seumur-umur akan menjadi bagian urusan kita. Namun, justru oleh realitas alam itu, kita diamanatkan untuk menjadi bangsa yang cerdas dan waspada. Alam Indonesia mengamanatkan agar kita punya program mitigasi bencana yang aktif, canggih, dan kapabel.
Salam,bleh sy download vdeo ni.Smoga Allah mrhmtimu!TQ
23uya 1 year ago
@23uya Boleh aja. Semoga Allah merahmati kita . aamiin
wanawotvideo 1 year ago