Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Tragedi Kekerasan Monas pt 1

Loading...

Sign in or sign up now!
22,489
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Jun 8, 2008

08.06.2008

Ahad, tepat sepekan silam, kawasan Monumen Nasional di Jakarta Pusat dipenuhi ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat. Tujuan mereka tak lain untuk memperingati lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni. Begitu pula dengan massa dari kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Namun, tiba-tiba sekelompok massa menyerbu dengan luapan amarah. Kaget dan tak siap, kelompok ini pun kocar kacir ketakutan. Kendati demikian, massa penyerang yang belakangan diketahui dari Front Pembela Islam (FPI) tak peduli. Mereka terus menghajar tanpa pandang bulu. Kedatangan polisi dalam jumlah lebih besar juga tak banyak membantu.

Tindak kekerasan pengikut FPI akhirnya bisa dilokalisir. Belasan orang mengalami luka-luka, tak terkecuali perempuan dan anak-anak. Sembilan orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit [baca: FPI Menyerbu Massa Aliansi Kebangsaan, 14 Terluka].

Bagi FPI, aksi ini adalah puncak kemarahan mereka terhadap massa AKKBB yang dituding menunggangi peringatan Hari Pancasila dengan berorasi mendukung kelompok tertentu. Namun, kejadian ini membuat mantan Presiden Abdurrahman Wahid gusar dan bereaksi keras saat mengunjungi korban penyerangan yang di antaranya adalah personel Wahid Institute [baca: Gus Dur: Polri Harus Ambil Tindakan Hukum].

Sehari pascapenyerangan di silang Monas, polisi mengaku mengantungi lima nama tersangka kerusuhan. Namun, saat itu belum satu pun yang ditangkap. Sementara di Markas FPI di Petamburan III, Jakarta Barat, situasi nampak tegang. Ormas ini membuat pernyataan keras yang menantang dan menyatakan akan melawan jika salah satu anggotanya ditangkap polisi.

Tidak hanya di Jakarta, aksi penyerangan FPI juga menimbulkan reaksi di berbagai daerah. Tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga langsung merespona kasus ini dengan memerintahkan pelaku penyerangan diproses secara hukum [baca: Presiden Menyesalkan Serangan FPI].

Desakan agar polisi menangkap pelaku penyerangan insiden Monas membuat aparat gerah. Puncaknya, Selasa malam Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya mengultimatum petinggi FPI. Ultimatum pun bersambut. Suasana di Markas FPI malam itu seketika tegang, penjagaan pun dilakukan. Namun demikian, tak seorang pun tersangka insiden Monas yang diserahkan.

Rabu pagi, gang masuk ke Markas FPI tak nampak ada penjagaan. Sekitar 1.500 personel kepolisian masuk ke Markas FPI. Sikap Habib Rizieq Shihab yang sebelumnya akan melawan jika ada anggotanya yang ditangkap, kali ini melunak. Polisi menangkap puluhan anggota FPI untuk dimintai keterangan. Polisi juga menyita puluhan tongkat dan sejumlah senjata tajam [baca: Puluhan Anggota FPI Meringkuk di Tahanan].

Habib Rizieq akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, sementara Munarman yang sempat mengaku akan bertanggung jawab kini justru menghilang. Berbagai lokasi, termasuk tempat tinggal Munarman di Jakarta digeledah polisi. Namun hasilnya nihil. Bukan tanpa alasan ia tak menampakkan diri. Video pernyataan dirinyalah yang menjawab [baca: Munarman Muncul dalam Video Rekaman].

Membuat sikap membela keyakinan dalam beragama sah-sah saja. Namun, sepatutnya dilakukan dengan cara yang baik serta bermartabat dan bukan dengan tindak kekerasan yang menyengsarakan dan merugikan orang banyak. Di lain pihak, pemecahan kasus pertikaian antara dua kelompok ini semestinya diupayakan pemerintah secara adil dan damai.

Category:

Travel & Events

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 4 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (92)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • yg mukul teriak alhohuakbar..yg dpukul jg sama..dasar goblog...

    bwt pak polisi,..berantas aja yg namanya FPI.

  • yang coment mikir duluu jangn sok iyee . .. nie ane juga kesel kalau emanag Ahmadiyah diakui di INdo . hahhahaahnjink agama sesat kok diakui . .. mikirr jugaa pancasila hanya mengkui 5 agama . .kalau bukna dari 5 itu . ya bebeas lah mau di usir juga . . .cumn yah saya pribadi Islam mnyyngkn sekali kalau keras kaya begini . cumn yang laennya jangn ambil dari satu pihak saj ok . Islam itu indah . agama itu indah . tinggal orang nya sajaa

  • media pinternyaa goblok

  • kalo ditempat gw ada FPI langsung dimatiin!!!!!

  • FPI=Fron Penjilat Itil

  • pada so tau nih yang komen. . .kaya yang dateng langsung ke tempat kejadian aja. . .kalian tu pada punya otak. . .pikir dulu kalo mau nerima sesuatu. . .sekali liat berita tv langsung nerima bulet2. . .tv itu bukan tuhan ga harus dipercaya sepenuhnya

  • uda bubar kan aja FPI.  buat malu agama Islam... gk pernah Islam pake kekerasan,,,, !!!!!!!

  • BUKAN AGAMA YG SALAH...TP EMANG FPI YG KYK GININYA TOW YG KAFIR!!!

    NGET TUHAN TOW NGA BUTA!!!

  • munarman mendingan u berantem ajja sono ma gorrilaa.....

    ^_^

  • ironis bgt......w liatnya.....T_T.....

    eh FPI ini bukan negara rimba..punya hukum......

    mati ajja u.......

    salute for AKKBB n GUS-DUR.....

View all Comments »
Loading...

0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more