Ketulusan dan Keindahan yang Menggetarkan Surga
Lihatlah anak-anak kecil ini, amatlah mungil dan manis. Upacara Pemandian rupang Buddha di hari Waisak adalah sebuah upacara keagamaan. Anak-anak bisa begitu rapi mengikuti tata caranya. Mereka semua tidak mengikuti gladi bersih, dengan hanya mendengar suara musik, mereka dapat berbaris dengan sendirinya, berdiri di posisi masing-masing dengan sangat rapi dan tidak menimbulkan kegaduhan. Inilah yang diajarkan kepada mereka setiap hari. Amat manis. Hati mereka pun sangat murni. Benar-benar murni, polos, dan bajik. Oleh sebab itu, apapun yang diajarkan pada mereka, itulah yang akan mereka serap dan terima. Maka dengan mengajarkan mereka ritual seperti ini, mereka akan mengerti keindahan dari agama. Tak peduli ajaran agama apapun itu, saya sering berkata bahwa pada dasarnya agama adalah sebuah tujuan dan pendidikan bagi kehidupan manusia. Agama apapun itu, asalkan dapat melaksanakan ajarannya, maka akan dapat mensucikan batin kita sehingga kembali pada hakikatnya yang murni. Dengan mengikuti jalan terang dan benar, maka kita akan menyadari hakikat diri yang murni. Konfusius berkata tentang "kemoralan yang terang", dan saya menambahkannya menjadi "jalan terang" Understanding our true nature helps to Ajaran kemoralan yang terang bertujuan agar kita memahami hakikat diri kita.
Link to this comment:
All Comments (0)