Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

STPDN

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
36,617
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Apr 9, 2007

STPDN yg skrg jadi IPDN.

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 3 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (77)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • walaupun di dlm pendidikan anak stpdn itu sering dipukul ataupun memukul tapi belum pernah dengar tu alumni stpdn mukul masyarakat di tempat dia bertugas. bisa memilah situasi. pada saat tugas ya kita mengayomi masyarakat. biarkan mereka berkata apa---- itu merupakan sebuah tantangan + motivasi menjadi lebih baik di masyarakat.

  • @letnanjo3

    yang survey depdagri, Wajarlah, IPDN punyanya Depdagri, coba lembaga independence, LSI misal, baru lah saya bisa dipercaya.

    karier PNS ya gitu2 aja Mas dan peluang berkarier" menurut saya" terbuka lebar buat semua PNS tdk hanya lulusan STPDN.Beda sm lulusan AKmil. AKpol,karirnya step by step tp pasti , dari danramil dandim-danrem-pangdam sampai ka staf tni AU.AL, AD bahkan Panglima Tni (apalagi Pangdam s.d. Panglima TNI anda pasti tahu, 99,9% lulusan akmil) klo STPDN???

  • hahahah. yg gk suka thd kata2 celaan kpn stpdn paling salah satu oknum tersebut yg terlibat wkwkwkwkw. klo manusi normal, udh pasti emosi klo liat video ini. nah yg tdk emosi itu malah tdk normal dan ada sesuatu yg tersembunyi

  • dan satu hal lagi mohon jgn menggunakan kata-kata yang tidak pantas karena tingkat moral , mutu dan derajat seseorang bisa dinilai dari kata-kata yang mereka gunakan . so kalian bisa menilai sendiri apakah kalian lebih baik dibandingkan mereka atau bahkan lebih BOBROK dibandingkan mereka..

    ^_^

  • untuk temen-temen yang memberikan komentar disini tolong jangan memandang hal ini dengan sudut pandang yang sempit.

    jika memang terbukti lulusan mereka tidak bermutu dan tidak ada gunanya, pasti sudah lama sekolah ini di tutup, namun kenyataan nya sekolah ini tetap dibuka dan setiap tahun masih banyak yang mendaftar disana. atau mungkin diantara kalian yang memberi kometar pedas disini pernah mendaftar disana namun gagal :)

  • @RANDUAJA

    @spinkicker27

    saya hanya menyampaikan hasil survey yang di lakukan pada tahun 2003, bukan hasil karangan saya sendiri. dan mengenai masalah karier lulusan mereka saya tidak tahu pasti mengenai hal itu namun yang saya ketahui karier PNS didaerah sudah dikotori oleh politik, jadi PNS yang bermutu atau pintar belum tentu kariernya akan bagus.

    terima kasih

  • @letnanjo3

    Terbaik dari mananya mas?....emang karier ke depanya mau jadi apa ya.....cAMAT ???

  • STPDN PUKI MAY! anda itu dididik bukan untuk perang, anda dididik sebagai pengayom masyarakat, anda terjun ke dunia sipil bukan dunia militer yang sangat keras! Tentara bukan, polisi bukan, pola pendidikan menggunakan kekerasan. Pantas hampir semua lulusan anda yang terjun ke masyarakat suka main2 dengan uang negara. Senior itu harus memberikan contoh dan teladan yang baik kepaga yunior. Memang anda semua dari STPDN tidak pantas dibandingkan dengan lulusan Taruna Akademi T NI dan Taruna Akpol.!

  • @letnanjo3 owwh 2003 ya? udah lama dong :) skrg udah akhir 2011 loh mas.

  • @letnanjo3

    "DENGAN BERBAGAI SURVEY KELAYAKAN YANG DILAKUKAN TIM DEPDAGRI PADA TAHUN 2003, DAN HASIL SURVEY TERSEBUT MENYATAKAN BAHWA LULUSAN STPDN/IPDN SANGAT-SANGAT DIBUTUHKAN DISEMUA SEKTOR PEMERINTAHAN DI INDONESIA"

    survey depdagri ya .....wajarlah.....emang yg jadi bupati/ walikota, Gubernur, Menteri2 termasuk Mendagri, dan presiden,,,,,brp banyak yang lulusan STPDN/IPDN??

Loading...
Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more