Sesaat Setelah Gempa Padang 30 September 2009

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
28,919
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Oct 2, 2009

Hati kita tertunduk penuh duka atas terjadinya bencana alam gempa bumi di Padang Sumatera Barat dan kawasan sekitarnya 30 September 2009.

Belasungkawa sedalam-dalamnya dan doa kita tujukan kepada korban yang meninggal akibat bencana tersebut. Harapan kita, kepada saudara-saudara kita ini, demikian pula kepada mereka yang luka-luka dan yang harus mengungsi, dapat kita berikan pertolongan dan bantuan sebaik-baiknya.

Alam memperlihatkan Kuasa Tuhan yang amat menggetarkan, menyentak sebagian besar warga Padang dan sekitarnya. Siapa menduga bahwa jauh di dalam kulit Bumi sana juga ada aktivitas yang lebih subtil untuk ditangkap indera manusia, lempeng Samudra Hindia dengan Asia bertumbukan dengan dahsyatnya, melepaskan energi yang menyebar dengan kekuatan tak tertahankan untuk ukuran manusia.

Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya dan memberi cobaan serta peringatan kepada kita semua. Ribuan rumah rata dengan tanah, ratusan jiwa meninggal dunia menghadap Illahi akibat terkena reruntuhan bangunan. Bagi mereka yang meninggal dunia, mereka telah dipilih Allah SWT untuk menjadi syuhada.

Ketika ALLAH SWT menguji nabi Ayyub AS dengan kehancuran harta, anak-anak dan keluarga, serta tak satupun barang berharga yang tersisa untuknya. Ketika itu nabi Ayyub AS berkata : "Aku memuji-MU wahai Rabb atas kebaikan yang Engkau anugerahkan kepadaku. Engkau menganugerahkan harta, anak-anak, dan keluarga kepadaku, hingga relung-relung hatiku terpenuhi oleh semua itu. Lalu Engkau mengambil semuanya dariku, dan Engkau mengosongkan hatiku hingga tak ada lagi penghalang antara aku dengan-MU." (H.R. Ibnu Hatim yang bersumber dari Yazid bin Maisarah).

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah S.A.W. bersabda : Allah Ta'ala berfirman : "Tidak ada balasan disisi-Ku bagi hamba-Ku yang mu'min apabila aku mematikan kekasihnya dari penghuni dunia dan ia mengharap pahalanya, melainkan sorga". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi. Kemudian baru orang-orang yang lebih rendah derajatnya, berurutan secara bertingkat. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika ia kuat dalam agamanya, maka ujiannya sangat berat. Dan jika lemah agamanya, maka ia akan diuji Allah sesuai tingkat ketaatannya pada agamanya. Demikianlah bala' dan ujian itu senantiasa dilimpahkan kepada seorang hamba sampai ia berjalan di muka bumi bersih dari dosa. (HR. Tirmidzi)

Dari Aisyah ra., dia berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya orang-orang shalih akan diperberat (musibah) atas mereka. Dan tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah, seperti tertusuk duri atau lebih ringan dari itu, kecuali akan dihapus dosa-dosanya dan akan ditingkatkan derajatnya". (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan Baihaqi)

Kita menerima realitas, wilayah Tanah Air kita memang rawan terkena bencana alam, baik yang disebabkan oleh aktivitas tektonik maupun gunung berapi. Sebutan negeri zamrud di khatulistiwa beserta keelokan dan kekayaan alamnya seiring dengan sebutan lain yang menggetarkan, seperti pusat ring of fire dan area pertemuan lempeng-lempeng tektonik dunia yang amat aktif. Tak pelak lagi, gempa seumur-umur akan menjadi bagian urusan kita. Namun, justru oleh realitas alam itu, kita diamanatkan untuk menjadi bangsa yang cerdas dan waspada. Alam Indonesia mengamanatkan agar kita punya program mitigasi bencana yang aktif, canggih, dan kapabel.

Pada sisi lain, setiap kali terjadi musibah bencana alam, kita menyaksikan umat manusia dipersatukan tanpa memandang batas negara dan perbedaan-perbedaan. Solidaritas antarmanusia selalu terbangun manakala ada sesama dirundung bencana. Seperti halnya di Aceh, di Nias, Yogyakarta, Padang dan di wilayah wilayah lain. Pada musibah Padang ini kita melihat uluran bantuan segera datang dari berbagai pihak, di dalam dan di luar negeri. Semoga semangat kemanusiaan senantiasa juga hidup mewarnai pergaulan manusia pasca bencana.

Di pihak lain, saudara-saudara kita yang sedang berjuang mempertahankan hidup di rumah sakit, para korban luka yang membutuhkan darah, mereka yang kehilangan rumah tinggal, kehilangan kekasih; pastilah sekarang ini sedang menunggu datangnya bantuan. Mari kita sampaikan segera bantuan dan pertolongan kita bagi mereka, dan yakinkan bahwa mereka tidak sendiri di saat menderita sekarang ini. Semoga amal kita diterima oleh Allah SWT dan mendapat balasan yang lebih baik. Aamiin.

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (3)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • korang ni x baik ckp indo camtu...

    nanti 1 hari nanti..kalau kat malaysia ni kena camtu...

    baru korang tau...

    negara islam malaysia dan negara islam indonesia kalau bersatu..boley jadi askar islam akhir zaman...

    islam vc kristian

    itu yang aku baca...

  • Goog jobs

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more