MERAH PUTIH, bagian pertama dari Trilogi Kemerdekaan, film produksi bersama PT Media Desa Indonesia, yang dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, dan perusahaan film internasional Margate House, Ltd., dimiliki oleh Rob Allyn dan Jeremy Stewart. Berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah, MERAH PUTIH bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang harus bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya, untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian.
Disutradarai oleh Yadi Sugandi, salah satu pembuat film dan penata gambar terbaik Indonesia yang telah menggarap LASKAR PELANGI, UNDER THE TREE, TIGA HARI UNTUK SELAMANYA dan THE PHOTOGRAPH, MERAH PUTIH menampilkan sebuah ensemble cast jajaran bintang-bintang muda terbaik Indonesia: Lukman Sardi (LASKAR PELANGI, QUICKIE EXPRESS, 9 NAGA, GIE), Doni Alamsyah (FIKSI, 9 NAGA, GIE), Darius Sinathrya (UNGU VIOLET, DBIJIS, NAGA BONAR JADI 2, LOVE), Zumi Zola (KAWIN LARIS), T. Rifnu Wikana (KADO HARI JADI, LASKAR PELANGI). Film ini juga dibintangi Astri Nurdin dan memperkenalkan aktris yang sekolah akting di London dan Hollywood, Rahayu Saraswati.
Dibesut dalam format film 35-millimeter, MERAH PUTIH melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang special effects dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman Hollywood: Koordinator Special Effects dari Inggris Adam Howarth (SAVING PRIVATE RYAN, BLACKHAWK DOWN), Koordinator Pemeran Pengganti Rocky McDonald (MISSION IMPOSSIBLE II, THE QUIET AMERICAN), Make-Up dan Visual Effects Artist Rob Trenton (BATMAN - THE DARK KNIGHT), Ahli persenjataan John Bowring (CROCODILE DUNDEE II, THE MATRIX, THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, X-MEN ORIGINS:WOLVERINE) dan Asisten Sutradara Mark Knight (DECEMBER BOYS, BEAUTIFUL).
MERAH PUTIH akan dirilis secara nasional mulai 13 Agustus 2009 di jaringan bioskop 21 dan Blitzmegaplex.
terserah kalian semua mau ngomong apa yang penting zumi zola adalah :
- idola ku.....
- pemimpinku.....
" untuk tanjabtim lebih baik" MERDEKA.......!!!!!!
pinggosabak 8 months ago
Holland!
83UtrechtNL 9 months ago
Q SIAP MEMINANGMU
DUDA TAMPAN TNP ANAK S1 MANDIRI NETPRENEUR PROPORSIONAL
Yoyok-31th,tb.170/65,putih,komunikatif,islam
SMS Ketik:ABC PJ1264 ke-3910.15rb+Ppn.Complain:0318436082
girly6141 1 year ago
wah... kenapa dengan komputer saya nih
hus4inie 1 year ago
@yoga1991 *apapun senjatanya apapun taktiknya..yang penting semangat kemerdekaan nya..
dit180405 1 year ago
iya benerr..namanya juga film nya dibuat nya sekarang,,,FILM ini bukan masalah senjata apa yang dipake,,yan penting semangat KEMERDEKAAN NYA...
dit180405 1 year ago
dah mending di buat film.. dan bisa di hormati sama negara2 lain..
mau senjatanya ap keq yg penting di mata INTERNASIONAL kita dah punya mutu untuk ngelangkah ke kancah INTERNASIONAL..
JezendRoeroe 1 year ago
di buka yang ini juga yah.....di youtube... Gibran Aribaswara-Untuk Indonesia-(Ada Apa Dengan Negeri kita??) kasih coment juga yah..
GibranAribaswara 1 year ago
Untuk M1 memang ada yg pakai pak, tapi untuk BAR kayanya tidak.
Pejuang kita dulu lebih banyak menggunakan Bren Gun untuk support gunner. Yg paling banyak itu Owen gun, sten, Lee Enfield, arisaka bahkan smp Lewis gun (berat 11.5 kliogram!) ada di satria mandala.
DennyAJD 1 year ago
kurang realistis .. dulu Indonesia gak pernah pake senjata amerika kyk BAR & M1.
film ini terlalu banyak sisi ke-amerika-an ..
Dan taktik pejuang Indonesia lebih baik daripada yang ada di film ini ..
yoga1991 1 year ago