Dundam adalah senandung (badundang) ketika orang Banjar mengayun anak dalam buaian atau ketika memanggil kehadiran nenek moyang Putri Junjung Buih dari alam gaib dalam upacara adat badewa pada jaman dahulu kala. Biasanya dengan bergumam.
Dundam merupakan salah satu pungkala (patron) dalam menciptakan lagu Banjar yang bersifat syahdu dan sakral.
BAAYUN ANAK
Mengayun Anak merupakan kegiatan yang sakral sehingga sampai diadakan upacara secara massal di sebuah Balai (baca : masjid tua yang keramat) yang disebut upacara Baayun Anak yang semula untuk mengharap restu Datu Ujung (nenek moyang di alam gaib yang berhubungan dengan dunia anak-anak) beralih kepada Nabi Muhammad yang dilaksanakan di bulan kelahiran Nabi, Bulan Maulud (Rabi'ul Awwal) sehingga disebut juga Baayun Mulud dengan membacakan syair-syair Islam (Barjanzi). Dilaksanakan di Masjid Banua Halat (banua halat = border town), di daerah perbatasan antara perkampungan masyarakat Banjar dan Dayak.
Kemeriahan yang serupa ketika upacara Aruh Ganal di Balai-Balai Suku Dayak Bukit, saudara suku Banjar yang masih memeluk agama adat.
kada bepukung kah
CHIKUT2001 2 years ago