16/05/2008
Bak sepasang pengantin dengan pakaian adat Jawa lengkap, belum lama ini kedua boneka pengantin tebu diarak keliling desa sebelum digelar acara ritual. Tak hanya para petani tebu di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang mengelar acara perkawinan. Tampak pula sejumlah hewan. Temanten tebu ini diiringi arak-arakan dua ekor gajah dan musik rebana.
Selama perjalanan, para pengawal mengumandangkan shalawatan hingga ke Pabrik Gula Pangka, Tegal. Pasangan Tebuki Runtung dan Niwiji kemudian diserahkan kepada pihak Pabrik Gula Pangka. Selanjutnya, tebu pengantin diletakkan di penggilingan untuk menandai dimulainya musim giling tahun 2008. Dengan ritual ini diharapkan Tuhan memberi keselamatan kepada warga sekitar pabrik dan para petani tebu. Menurut wasiat Kepala PG Pangka, sejak pabrik tersebut berdiri sekitar tahun 1800-an, ritual temanten tebu diyakini sebagai persembahan kepada alam agar proses penggilingan berjalan lancar dan produksi juga meningkat
Link to this comment:
All Comments (0)