Gempa terjadi hari Sabtu, 27 Mei 2006 pukul 05.54 WIB. Sekitar jam 8 muncul isu air dari arah selatan (pantai) naik ke kota Jogja. Orang-orang berlarian dan berteriak: "Ada air ada air, air naik sudah sampai Malioboro, air sudah mencapai Terban, air sudah ada di sungai Gondolayu, dsb". Saya ikut terjebak dalam luapan emosi orang-orang yang ketakutan dan ikut melarikan diri ke arah utara. Dari selatan (Jalan Kaliurang), ring road barat, dan Timur, berbondong-bondong melaju ke arah Utara naik ke Kaliurang. Mereka baru berhenti di sekitar kilometer 8-10. Saya sendiri sampai di km 7 (karena kehabisan bensin), dan berhenti di sebuah halaman gereja. Wajah-wajah yang ketakutan, anak kecil dan ibu-ibu yang menggendong bayi bertangisan, ada yang lari, terbanyak mengendarai motor. Setelah kelelahan, mereka (yang masih pagi itu) baru merasa kelaparan dan mencari warung makan yang buka. Sedikit sekali yang buka, dan kebanyakan warung Burjo (yang menjual bubur kacang hijau dan mie instant). Mereka berjubel di warung2 semacam itu.
Demikian, dari saya: Luthfi. Yogyakarta, 29 Mei 2006
Link to this comment:
Video Responses
All Comments (0)