Nelayan Indonesia Disiksa Tentara Laut Malaysia

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
241 views
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Sep 27, 2011

Para nelayan Indonesia di Belawan korban penyiksaan kapal patroli Diraja Malaysia didampingi ketua HNSI Kota Medan akhirnya mengadukan persoalan mereka pada pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) di Gabion Belawan agar persoalan mereka dapat ditindak lanjuti serta dilakukan pengusutan secara tuntas sebab berdasarkan catatan HNSI Medan sudah ada puluhan nelayan menjadi korban penaniayaan dalam 5 kasus kejadian, Selasa sore (27/09/2011).

Salah seorang nelayan korban penyiksaan bernama Amri alias Am Aceh (41) yang didampingi Zulfachri Sigaian selaku Ketua HNSI Kota Medan dalam pertemuan itu mengaku sudah tak tahan lagi mendapatkan perlakukan tak manusiawi dari petugas kapal patroli Malaysia yang menuduh mereka memasuki perairan Malaysia padahal sesuai GPS lokasi mereka mencari ikan masih dalam wilayah RI sejak beberapa tahun lalu.

Secara kronologis Amri bercerita, awalnya Jumat (23/09/2011) lalu beserta 4 nelayan lainnya masing-masing Amanu Arianto alias Kobek (22), Mustafa alias Musa (28), Khairuddin (39) dan Hairuddin alias Iyek (40) sedangkan melakukan aktivitas mencari ikan di perairan Selat Malaka atau sekitar 54 Mil dari Pelabuhan Belawan, sekira pukul 10.00 WIB datang kapal patroli Tentara Diraja Malaysia (TDM) bewarna abu-abu hitam merapat ke kapal kami bernomor lambung 137 langsung menyuruh kami naik ke kapal TDM tersebut.

Amri selaku tekong kapal saat itu langsung ditarik kerah bajunya hingga dilempar ke ke lantai kapal perang tersebut sehingga Amri tersungkur sembari menahankan sakit yang tak terkira lalu sebanyak 20 orang kru kapal TDM 137 beramai-ramai melakukan pemukulan dan penyiksaan tanpa bisa melakukan perlawanan bahkan popor senjata entah berapa kali dihantamkan kekepala Amri.

Sambil menangis menahankan sakit Amri menjerit meminta ampun, Ampun cek, saya tak tahan lagi penyiksaan ini, lebih baik saya ditembak mati saja, kata Amri bercucuran darah dan airmata namun petugas itu tak mau menembaknya terus menyiksa.

Dalam keadaan tangan terborgol dan lemas Amri pingsan, selanjutnya para nelayan RI lainnya hanya bisa menyaksikan penjarahan yang dilakukan petugas TDM sembari mengobrak abrik kapal lalu menguras isi kapal dengan mengambil baju, bahan makanan, es, serta ikan hasil tangkapan sebanyak 200 Kg jenis kakap merah, kerapuh kepeng, kerapuh Sapan, terisi bantal, kerapuh guling yang rata-rata ikan jenis kwalitas ekspor dijarah sedangkan kelima nelayan sempat dibuang kelaut beberapa jam kemudian kapal patroli TDM itu berlalu begitu saja tanpa ada rasa belas kasih kemanusiaan.

Category:

Entertainment

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more