Teka-teki mengenai sikap Sri Sultan Hamengku Buwono X maju sebagai calon Presiden pada Pemilihan Presiden 2009 mendatang terjawab sudah. Di hadapan puluhan ribu peserta Pisowanan Ageng, Selasa (28/10), Sultan akhirnya menyampaikan keputusannya untuk siap berlaga dalam Pilpres 2009 mendatang.
Dengan mohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan niat yang tulus memenuhi panggilan pada Ibu Pertiwi, dengan ini saya menyatakan: Siap maju menjadi Presiden 2009, ungkap Sultan dalam pernyataan resmi yang dituangkan dengan tulis tangan berlogo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pisowanan Ageng yang bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober itu sendiri dimulai sekitar pukul 14.00 setelah hujan deras mengguyur Yogya. Mengawali acara, berbagai hiburan ditampilkan, seperti Franky Sahilatua, Trie Utami, Kiai Kanjeng dan lain-lain.
Massa pun secara bergelombang berdatangan ke Alun-alun Utara. Bregada Prajurit Kraton Yogyakarta dan kelompok-kelompok seni juga berjalan menuju Alun-alun Utara.
Sementara di Kraton Kilen tempat kediaman Sri Sultan HB X dan keluarganya, sebelum acara Pisowanan Ageng dimulai, berdatangan jajaran Partai Republikan yang sejak beberapa waktu lalu sudah terang-terangan menjagokan Sultan HB X sebagai capres 2009. Sedangkan warga dari berbagai daerah berdatangan ke Alun-alun.
Tepat pukul 15.30, Sultan yang didampingi keluarga tiba di Alun-alun Utara melewati Pagelaran Kraton. Kemudian KH Nawawi Abdul Aziz memimpin doa sebelum acara inti dimulai. Mewakili 20 elemen masyarakat, Daud membacakan pernyataan sikapnya, dimana masyarakat saat ini sudah merindukan datangnya masa depan baru dengan pemimpin yang benar-benar mengabdi kepada bangsa dan negara, bukan atas nama ambisi. Rakyat Yogyakarta bertepatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008 ini minta agar Sultan HB X bersedia menjadi Presiden RI pada Pilpres 2009 mendatang, ucap Daud.
Usai membaca pernyataan, Sultan mengatakan, mulai saat ini kita perlu bersatu. Kita harus mulai bersatu sebagai suatu bangsa, tegas Sultan disambut tepuk tangan massa dan lantunan lagi Bagimu Negeri dan Maju Tak Gentar.
kenapa Indonesia ga bisa jadi seperti Thailand? Thailand aja bisa jadi Parliamentary democracy and Constitutional monarchy. why not Indonesia has the same structure? Sultan adalah sosok manusia yg perlu dihormati walaupun negara sudah menjadi demokrasi. Kalau jadi Presiden, Kraton hilang, ini sama sekali menghilangkan Raja yg sudah ada. sedangkan malaysia sebaliknya sultan aja malah mao dijadikan Raja.
gunungtimur 2 years ago