Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Prosesi Pemakaman Gus Dur - 2

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
7,266
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Dec 31, 2009

Breaking News / Sosbud / Kamis, 31 Desember 2009 13:47 WIB
Metrotvnews.com, Jombang: Almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid dimakamkan di areal Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis 13.30 WIB. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Wakil Presiden Boediono pun tampak hadir mendampingi Presiden.

Hening dan duka sangat terasa saat jenazah diusung mendekati liang lahat. Proses pemakaman diawali dengan pembacaan riwayat hidup almarhum. Setelah itu, Presiden membacakan apel persada. Jenazah kemudian dimasukkan ke liang lahat. Saat itu juga solawat dan tahlil menggema mengiringi penurunan jenazah Gus Dur. Tak sedikit pelayat yang meneteskan air mata, beberapa di antaranya bahkan pingsan. Sementara satu kali tembakan salvo dilepaskan oleh pasukan TNI.
Setelah penutupan jenazah oleh papan, prosesi pemakaman dilanjutkan dengan tabur bunga oleh pihak keluarga. Setelah itu, Presiden SBY melakukan penurunan tanah secara simbolis ke liang lahat yang kemudian diikuti pihak keluarga.

Prosesi pemakaman berlangsung di bawah sinar matahari cukup terik. Kendati begitu, ribuan warga tetap bertahan hingga prosesi pemakanan selesai. Presiden SBY selaku inspektur upacara sempat beberapa kali menyeka muka dengan sapu tangan karena kegerahan.

Secara umum prosesi pemakaman berjalan lancar. Pemakaman berlangsung sederhana, sangat berbeda jauh dengan prosesi pemakaman mantan Presiden Soeharto yang penuh dengan kemewahan. Pemaman Gus Dur tidak dilakukan di bawah tenda mewah atau kompleks pemakaman miliaran rupiah. Gus Dur dimakamkan di kompleks Ponpes Tebuireng, pemakaman keluarga.

Gus Dur lahir di Jombang, 4 Agustus 1940. Ayahnya, Kiai Haji Wahid Hasyim adalah putra pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hasyim Asy`ari. Ibunya, Hajah Sholehah juga keturunan tokoh besar NU, KH Bisri Sansuri.

Ketika kecil, Gus Dur sempat bercita-cita menjadi tentara. Namun keinginan itu kandas di tengah jalan karena sejak berusia 14 tahun dia sudah harus memakai kacamata minus.

Menyelesaikan sekolah dasar di Jakarta, Gus Dur melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama di Yogyakarta hingga lulus pada 1957. Selepas itu, Gus Dur memasuki dunia pendidikan agama secara intensif.

Mula-mula Gus Dur menimba ilmu agama selama sekitar dua tahun di Pesantren Tegalrejo (Magelang) di bawah bimbingan Kiai Chudori. Selanjutnya di Pesantren Tambak Beras (Jombang), Gus Dur bekerja sambil meneruskan pendidikan di pesantren sebagai santri senior.

Pada usia 22 tahun, Gus Dur pergi haji dan melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Saat di luar negeri itu pula dia melangsungkan 'pernikahan jarak jauh' dengan Siti Nuriah. Pasangan ini kemudian dikaruniai empat putri: Alissa Munawarah, Arifah, Chayatunnufus, dan Inayah.

Menyelesaikan kuliah di Mesir (1966), Gus Dur pindah ke Baghdad, Irak. Dia masuk Department of Religion di Universitas Baghdad dengan spesialisasi ilmu sastra dan humaniora. Dari Baghdad, Gus Dur meneruskan pengembaraan akademis ke sejumlah negara Eropa.

Category:

News & Politics

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more