Liputan6.com, Tangerang: Hani meliuk-liuk di atas panggung dengan baju terbuka. Sementara penonton lelaki mendempet tubuh pendangdut tersebut di bagian-bagian vital sambil memberikan uang tips. Semua itu demi Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu tiap pertunjukkan. Namun, yang paling ironis pertunjukkan musik dangdut yang digelar di sebuah hajatan warga kampung di Tangerang, Banten, baru-baru ini, itu bisa disaksikan siapa saja. Bahkan, anak-anak kecil.
Tapi, bagi Hani, apa yang dilakukannya dan rekan-rekannya adalah sesuatu hal yang biasa. "Harusnya ditanggapi biasa saja," kata pedangdug yang mengaku sudah sejak kelas satu sekolah menengah pertama menjalani profesi ini.
Meski banyak peminatnya, ternyata tak berarti semua warga setuju. "Mengganggu sekali," kata Sakir. Komarudin, Kapala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangerang, mengatakan, saat ini sedang dibahas soal peraturan daerah tentang pornoaksi dan pornografi. "Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama perda ini bisa disahkan," ucap Komarudin.
Masalahnya, seringkali erotisme macam ini diamini dengan alasan merupakan ekspresi seni. Dewi Persik, pedangdut papan atas juga memberikan argumen ekspresi seni ketika dicekal di beberapa kota termasuk, Tangerang, karena goyang gergajinya [baca: Negeri Sensor?].
Lalu, siapa yang harus mengatur agar seni yang menyerempet erotisme ini tak berdampak buruk? "RW itu harus benar-benar dibina menjadi organisasi masyarakat yang bisa mengontrol apa-apa yang terjadi disitu," kata Paulus Wirutomo, sosiolog.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
sumber : http://www.liputan6.com/sosbud/?id=161742
anjinggg
did1170 3 months ago
@adammiqdad koplo alias jaipongan?? ngga salah cing??
jalanmalambandung 4 months ago
ini bukan dangdut..tapi ini koplo alias jaipongan..
adammiqdad 3 years ago
rekasane wong golek mangan...
mastoyyo 3 years ago
ga' perlu bayangin!,nikmati aja
kedutimor 3 years ago
sebenenya ini keadilan,jadi gak orang atas yang bisa sange alias menikmati.
tapi kalangan bawah pun kebagian kenikmatan.
setuju???
glowing39 3 years ago
Klo emang moral bangsa sedemikian SUCI-nya, koq masih banyak ya yg beginian? katanya suci, katanya budaya timur?? ya udahlah namanya naluri seksual itu wajar, keinginan seperti ini juga wajar, klo dilarang ini itu malah semakin penasaran pengen nyobain.. coba aja.. hahaha..
Cernobyl276 3 years ago
cari makan ya cari makan tapi kalo membahayakan moral masyarakat sapa yg mau tanggung jawab?
tejoaje 3 years ago
kapan bisa maju negara coy,ini di larang itu di larang,mending tingal aja di negara arab lue pade,semua munapik .........,
indonesia bukan arab coy......
sabrong 3 years ago
ewewewewewewewewewewewewe anjrit
sambasarifinasgar 3 years ago