Buta Namun Hafal Quran...Subhanallah..!

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
20,497
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on May 7, 2009

Cacat fisik bukan penghalang bagi Mohammad Islah Busakorn asal Thailand, untuk menjadi Muslim yang berprestasi. Meski matanya buta, Busakorn mampu menghapal Al-Qur'an dengan baik sehingga mendapat penghargaan bergengsi dari Internasional Organization for Memorizing the Qur'an (IOMQ), sebuah organisasi internasional penghapal Al-Qur'an.

Mohammad Islah Busakorn menjadi pemenang pertama dalam lomba kemahiran membaca Al-Qur'an (Mahir bil-Qur'an) yang diselenggarakan oleh organisasi itu di Jeddah, Arab Saudi.

"Alhamdulillah, para juri menilai Saya bagus, tapi Saya harap Saya juga bagus dalam pandangan Allah," kata Busakorn merendah.

Busakorn, bersama rekan senegaranya Humairah Rawoo, seorang gadis berusia 9 tahun dipilih oleh perwakilan IOMQ yang baru-baru ini berkunjung ke Afrika Selatan, untuk ikut dalam kompetisi tersebut. Humairah Rawoo menjadi satu-satunya peserta wanita dalam kompetisi itu.

Mohammad Islah Busakorn kehilangan penglihatannya pada usia 7 tahun. Penderitaan ini menjadi awal perubahan bagi kehidupannya. Pada usia 9 tahun, dengan tekad yang kuat, Busakorn mulai menghapal beberapa surat dalam Al-Qur'an dan pada usia 11 tahun ia memutuskan untuk belajar menghapal Al-Qur'an dibawah pengawasan seorang imam.

Busakorn tidak mengenyam pendidikan formal, karena satu-satunya institusi pendidikan bagi tuna netra di tempatnya tinggal adalah sekolah beragama Budha.

"Saya tinggal di rumah dan mulai mendegarkan bacaan-bacaan Al-Qur'an dari radio tape. Saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang hafidh (penghapal Al-Qur'an), " katanya seraya menjelaskan bahwa penghapal Al-Qur'an di negaranya, Thailand masih sangat jarang.

Keingintahuannya tentang Syariah dan ajaran-ajaran Islam, membawanya ke Afrika Selatan. Dari saudara laki-lakinya ia mengetahui ada sebuah institut pendidikan Islam untuk tuna netra dan mereka yang penglihatannya rusak di Afrika Selatan, namanya Madrasah Noor. Maka pergilah Busakorn ke Afrika Selatan dan mendaftarkan diri ke institut itu pada tahun 1997.

Ditanya apa saran-sarannya buat para penghapal Al-Qur'an, Busakorn mengatakan yang terpenting adalah ingat bahwa Al-Qur'an adalah yang terbaik dari apapun juga. "Kita harus ingat bahwa akan ada kendala dan cobaan dalam perjalanan kita menghapal, tapi kita harus sabar dan berusaha menghadapi segala tantangan," katanya.

Hassen Murchie, Kepala Sekolah Madrasah Noor menyatakan sangat bangga dengan muridnya itu. "Ini sebuah kebanggaan bagi institut dan negara kami, dia bersama para penghapal al-Qur'an dari 60 negara berbeda, tapi ia berhasil mendapatkan gelar mumtaz (tingkat sempurna)," kata Murchie. ((al-ikhwan.net))

Posted by: Rudy K.
Kunjungi http://klik-peluangusaha.com

Category:

Education

Tags:

License:

Standard YouTube License

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (13)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • subhanallah.

    

  • Jumpa kt markaz nizamuddin delhi dia ni.

  • ya allah...aku yg celik ni pn xshbat dia....

  • subhanallah...allahu akbar....

  • Subhanallah...

  • Allah the almighty!!

    

  • subhanallah ...............

    

  • takbir

  • masyallah.. tabarakallah..!

  • sesungguhnya hamba allah ini insan terpilih..subhanallah

Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more