Gempa Tektonik berkekuatan 5,9 skala Ritcher yang mengguncang Jogjakarta dan sekitarnya Sabtu (27/5/2006) telah menggugah rasa kemanusiaan kita. Bencana itu telah merenggut ribuan nyawa, sementara ribuan lainnya masih terus menjalani perawatan akibat luka-luka yang dialami. Bencana itu juga telah meluluhlantakkan ribuan rumah dan infrastruktur yang ada. Mereka yang telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai itu saat ini terpaksa harus menginap di tenda-tenda pengungsian, menginap di halaman rumah sakit bahkan tidak sedikit yang masih tidur beratapkan langit. Bantuan yang ditunggu-tunggu pun sering tersendat, akibat buruknya koordinasi antar sektor.
Dalam penanganan korban gempa 27 Mei 2006 Palang Merah Indonesia [PMI] Cabang Bantul telah mempertemukan sebanyak 95 kasus keluarga yang terpisah dari 107 kasus, menyelesaikan 13 kasus jenazah tanpa identitas dari 16 jenasah serta melakukan pemakan massal.
Gempa berkekuatan 5,9 SR yang mengguncang Jogja dan Jateng 27 Mei 2006 menyisakan isak tangis dan haru biru bagi warga Jogja dan Jateng. Rumah, toko, kendaraan, dan hewan ternak semua habis tak tersisa. Sebagian pula harus rela kehilangan kekasih dan sanak keluarganya untuk selama-lamanya. Sungguh guncangan hebat yang terjadi pada pagi buta itu menjadi cerita duka bagi warga Jogja dan Jateng. Hanya orang-orang yang bermental bajalah yang tetap tabah menjalani semua cobaan yang diberikan Yang Kuasa ini.
Ketika ALLAH SWT menguji nabi Ayyub AS dengan kehancuran harta, anak-anak dan keluarga, serta tak satupun barang berharga yang tersisa untuknya. Ketika itu nabi Ayyub AS berkata : " Aku memuji-MU wahai Rabb atas kebaikan yang Engkau anugerahkan kepadaku. Engkau menganugerahkan harta, anak-anak, dan keluarga kepadaku, hingga relung-relung hatiku terpenuhi oleh semua itu. Lalu Engkau mengambil semuanya dariku, dan Engkau mengosongkan hatiku hingga tak ada lagi penghalang antara aku dengan-MU." (H.R. Ibnu Hatim yang bersumber dari Yazid bin Maisarah )
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Allah Ta'ala berfirman : "Tidak ada balasan disisi-Ku bagi hamba-Ku yang mu'min apabila aku mematikan kekasihnya dari penghuni dunia dan ia mengharap pahalanya, melainkan sorga". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi. Kemudian baru orang-orang yang lebih rendah derajatnya, berurutan secara bertingkat. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika ia kuat dalam agamanya, maka ujiannya sangat berat. Dan jika lemah agamanya, maka ia akan diuji Allah sesuai tingkat ketaatannya pada agamanya. Demikianlah bala' dan ujian itu senantiasa dilimpahkan kepada seorang hamba sampai ia berjalan di muka bumi bersih dari dosa.(HR. Tirmidzi)
"Dari Aisyah ra., dia berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya orang-orang shalih akan diperberat (musibah) atas mereka. Dan tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah, seperti tertusuk duri atau lebih ringan dari itu, kecuali akan dihapus dosa-dosanya dan akan ditingkatkan derajatnya". (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan Baihaqi)
"Sesungguhnya, besarnya balasan sesuai dengan besarnya musibah. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai kepada suatu kaum, maka mereka akan diuji dengan berbagai macam musibah. Barang siapa yang ridho, maka dia akan diridhoi oleh Allah. Dan barang siapa yang tidak menerima (atas musibah tersebut), maka dia akan dimurkai Allah." (H.R. Turmudzi, dia berkata: Hadis Hasan).
ya allah ya tuhan...
ZAituAKU 4 years ago