Usman Hamid (Koordinator KONTRAS) & Abdul Moqsith Ghazali (Koordinator Jaringan Islam Liberal)
Recorded from TV One, Jakarta June 11th 2008
Full version debat ini juga bisa di download di :
Rapidshare.com (83 MB)
Muhammad Mahendradatta, lahir di Jakarta 11 Januari 1962 yang kemudian menamatkan Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1988. Kemudian di tahun 2002 dia memperoleh gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas yang sama. Sebelumnya Mahendradatta sempat menyelesaikan pendidikan khusus American Litigation di School of Law-University of California at Los Angeles (UCLA) yang dipersamakan dengan gelar Master of Arts, pada tahun 1994.
Muhammad Mahendradatta, SH. MA. MH berprofesi sebagai Advokat/Pengacara yang mulai mencuat namanya dan dikenal publik setelah dia memegang jabatan sebagai Ketua Tim Pembela Muslim (TPM). Berbagai kasus kontroversial pernah ditanganinya, dimulai dari pembelaan hukum terhadap Ustadz Jafar Umar Thalib, Panglima Laskar Jihad Ahlus'sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang terjerat kasus pidana rajam dan Penghinaan Terhadap Kepala Negara (Megawati Soekarnoputri). Namanya semakin melambung dikenal didunia Internasional karena keteguhan dan keberaniannya dalam membela Al Ustadz Abubakar Ba'asyir, juga beberapa Terdakwa Kasus Terorisme Besar seperti Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron. Namanya menjadi suatu fenomena tersendiri dalam dunia hukum, seiring dengan semakin dikenalnya nama grup pengacaranya yaitu TPM.
Saat ini (Agustus 2007) karena integritas dan keberaniannya, dia dicalonkan untuk menjadi salah satu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) walaupun banyak kalangan memastikan dirinya akan gagal karena Islamophobia (rasa ketakutan berlebihan terhadap Islam) sudah merasuki penguasa saat ini. Isu yang berkembangpun mengatakan telah dipersiapkan beberapa algojo yang akan "membantainya" saat seleksi pimpinan KPK nantinya. (wikipedia)
Adnin Armas, M.A menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tahun 1992 dan melanjutkan ke Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), dalam bidang Filsafat. Memperoleh Sarjana dari International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) bidang Pemikiran Islam (Islamic Thought) dengan tesis berjudul Fakhruddin arRazi on Time pada tahun 2003.
Saat ini beliau adalah kandidat doktor di ISTAC UIAM aktif sebagai peneliti INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization). Karya beliau antara lain adalah: Metodologi Bibel dalam Studi al-Qur'an; Pengaruh Orientalis terhadap Islam Liberal. Di samping itu beliau sangat aktif menulis artikel-artikel ilmiah di beberapa majalah dan surat kabar di Indonesia.(insists.multiply.com)
Usman Hamid, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS). Perjuangan Usman dalam penegakan HAM dan keadilan di negeri ini telah melewati pematang panjang nan berliku. Sebelum heboh politik 1998, Usman mengaku hanyalah mahasiswa biasa yang meniti waktu di kampus Trisakti, almamaternya. Ia juga seorang gitaris sebuah band yang kerap manggung membawakan karya-karya Rolling Stones. Tetapi kekerasan politik yang terjadi membawanya ke sebuah garis yang sampai saat ini ia pijak. Garis perjuangan melawan kekuasaan yang kejam dan korup.
Sejak 1998 ia bergabung bersama KONTRAS. Setelah itu aktivitasnya mengalir seperti sungai. Pada 2002, ia sempat tergabung di Kelompok Kerja Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua), yang digalangnya bersama Patra Zen, koleganya di KONTRAS, yang kini menjadi ketua badan pengurus Yayasan Lembaga Bantuan hukum Indonesia (YLBHI). Pada 2004, ia tergabung bersama tim pencari fakta (TPF) Munir yang dipimpin Marsudi Hanafi.(http://aka81.wordpress.com/)
Abdul Moqsith Ghazali adalah aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Jakarta; staf pengajar pada Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), Situbondo; staf pengajar pada Fakultas Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur'an (PTIQ), Jakarta; dan redaktur Jurnal Tashwirul Afkar (Lakpesdam NU), Jakarta. Ia memperoleh gelar Master dalam bidang Kajian Islam dari Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 1998. Ia kini sedang menempuh program doktor dalam bidang Kajian Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia pernah bekerja sebagai kepala Divisi Advokasi pada Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Jakarta, 2003. Di antara karya tulisnya, bersama Marzuki Wahid dan Suwendi, ia menyunting buku Geger di Republik NU (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999) dan Dinamika NU: Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999) (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999). Kini ia sedang menulis disertasi mengenai hermeneutika al-Qur'an tentang pluralisme agama.(http://www.ohio.edu)
Like to rate videos and let people know what you think?
Automatically share your ratings, favorites, and more on Facebook, Twitter, and Google Reader with YouTube Autoshare.
Autoshare makes certain YouTube activities public on the services you choose. Select only the services you are comfortable with - like Facebook, Twitter, or Google Reader - to let your friends know what you like on YouTube. You can turn Autoshare off at any time.
Like to share videos with friends?
Automatically share your ratings, favorites, and more on Facebook, Twitter, and Google Reader with YouTube Autoshare.
Autoshare makes certain YouTube activities public on the services you choose. Select only the services you are comfortable with - like Facebook, Twitter, or Google Reader - to let your friends know what you like on YouTube. You can turn Autoshare off at any time.
hati2.. kalo kita sadari,sebelum ada FPI citra islam di mata masyarakat itu sangat baik dan terkenal santun terhadap orang lain,namun gara2 FPI semua citra baik itu jadi runtuh seakan2 islam itu biang kekerasan,saran saya waspadai FPI sebagai organ pemecah belah umat islam, mahendradatta dan ahmad mihdan itu mendukung FPI lantaran habib riziq itu klien mereka (walaupun gagal&Rizieq tetap masuk penjara) intinya pernyataan mereka tentang islam sudah sngt tdk objektif karena mereka antek2 FPI!!!
Kebencian anda thd FPI tidak rasional dan sangat subjektif.Anda hanya melihat FPI dari media.Jujur saja media tidak satupun yang fair thd FPI. Proses mereka dalam 'pemberantasan' kemaksiatan sangat panjang dan mengikuti prosedur standar pemerintah.Coba anda cari penjelasan detilnya.jgn asbun....!
bastumiyusuf, anda itu kalo dalam bahasa inggris "JERK". anda itu kok tidak malah mendukung orang islam, malah menjelek-jelekan para pejuang islam. anda itu miring!
(Psst.. lagipula, kemerdekaan Indonesia itu sebenarnya hanya "keberuntungan sejarah" saja. Kekuatan Belanda di Asia bubar karena Jerman mulai menguasai Belanda. Akhirnya Jepang masuk. AS kemudian membom Jepang, Jepang kocar-kacir, dan pada momentum inilah S-H mengumumkan Proklamasi kemerdekaan)
Mahendradatta: "Kemerdekaan RI adalah berkat rahmat Allah", ini juga klaim yang sangat subjektif. Benar menurut Islam, lha menurut agama lain? Menurut Hindu ya berkat Sang Hyang Widhi, dllsb...
Debat, kalau sudah menyentuh ranah "believe", itu sudah tidak sehat dan tidak akan fair. Karena argumen yang didasari dari "kepercayaan" diragukan validitasnya. "Kepercayaan", bagaimana pun juga, adalah ranah SUBJEKTIF. Baik Ahmadiyah, MUI, FPI, atau Islam manapun bisa saja mengklaim pendapat keagamaannya yang benar, sementara yang lain salah.
Autoshare makes certain YouTube activities public on the services you choose. Select only the services you are comfortable with - like Facebook, Twitter, or Google Reader - to let your friends know what you like on YouTube. You can turn Autoshare off at any time.
Yang ngomong ngga nyambung... kikik
penggal.............
kalo kita sadari,sebelum ada FPI citra islam di mata masyarakat itu sangat baik dan terkenal santun terhadap orang lain,namun gara2 FPI semua citra baik itu jadi runtuh seakan2 islam itu biang kekerasan,saran saya waspadai FPI sebagai organ pemecah belah umat islam,
mahendradatta dan ahmad mihdan itu mendukung FPI lantaran habib riziq itu klien mereka (walaupun gagal&Rizieq tetap masuk penjara) intinya pernyataan mereka tentang islam sudah sngt tdk objektif karena mereka antek2 FPI!!!
Proses mereka dalam 'pemberantasan' kemaksiatan sangat panjang dan mengikuti prosedur standar pemerintah.Coba anda cari penjelasan detilnya.jgn asbun....!