Peminat Transportasi Umum di Jakarta Menurun

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
4,078
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Jan 28, 2011

Beberapa perwakilan dari komunitas suara Transjakarta, menempelkan kertas informasi di sejumlah halte Transjakarta 22 Januari lalu. Kertas-kertas informasi ini memuat keterangan mengenai halte, arah bus yang dituju, serta transit ke koridor lain.

[David Chyn, Komunitas Suara Transjakarta]:
"Kita melakukan suatu kegiatan sosial yang bisa dipakai, yang bisa dirasakan manfaatnya oleh sesama pengguna (Transjakarta) juga, karena kita melihat bahwa signage di koridor baru masih kurang sekali, maka hal itu jadi prioritas kami dalam kegiatan hari ini."

Transjakarta telah beroperasi di Jakarta sejak 2004. Selain mempunyai jalur khusus, Transjakarta juga menerapkan standar kualitas operasional untuk menjamin kenyamanan penumpangnya. Sepuluh koridor telah beroperasi, dari total 15 koridor yang direncanakan.

Walaupun telah dianggap sebagai sarana transportasi bus terbaik di Jakarta, masih banyak pengendara kendaraan pribadi yang enggan beralih ke Transjakarta. Penyebabnya antara lain karena minimnya sarana bus pengumpan, sering terjadinya penyerobotan jalur, dan kurangnya armada bus, hingga antrean sangat panjang.

[Yanti, Pengguna Transjakarta]:
"Cape... cape berdiri... berdiri ngantri maksudnya, bukan berdiri di bus, kalau di busway kan jarak antara ujung sampai ujung kan cepat karena tidak (kena) macet, yang cape-nya itu cape berdiri ngantrinya itu lama banget, ngantri-nya bisa sampai 20 menit sampai 40 menit bahkan 1 jam-an."

Berdasarkan hasil survey JUTPIP (Jabotabek Urban Transportation Policy Integration Project), pengguna angkutan umum di Jakarta tahun 2002 adalah 38,3%, namun tahun 2010 angka tersebut menurun menjadi 12,9%.

Peningkatan tertinggi dicapai oleh pengguna sepeda motor, yang jumlahnya telah meningkat dua kali lipat.

[Yoga Adiwinarto, Institute For Transportation and Development Policy (ITDP)]:
"Jadi bus-bus reguler seperti Metro Mini, Kopaja, itu kan hanya ditentukan kualitasnya dari operatornya, pemerintah itu tidak pernah menetapkan kualitas, apalagi sampai memberikan subsidi seperti Transjakarta. Akhirnya mereka hanya bilang, inilah pelayanan yang bisa saya berikan untuk bisa membuat bisnis saya tetap jalan. Yang ada, pelayanannya terus makin turun, sementara orang-orang juga semakin mendapat kemudahan untuk membeli motor, dan juga alternatif-alternatif lain seperti taksi dan juga mobil-mobil pribadi itu makin gampang untuk diakses, akhirnya mereka memilih daripada naik angkutan umum, lebih baik naik kendaraan pribadi."

Pemerintah kota Jakarta telah merencanakan sejumlah konsep transportasi publik untuk mengurangi kemacetan.

[Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta]:
"Tugas saya adalah menyediakan alternatif transportasi publik untuk masyarakat. Ketika hal ini telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhannya, saya pikir kita akan segera membatasi penggunaan kendaraan pribadi, termasuk penggunaan sepeda motor."
Jika keadaan ini tidak berubah, para ahli transportasi memperkirakan kota Jakarta akan macet total dalam empat tahun kedepan.

Sunardi melaporkan untuk NTD News dari Jakarta.

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (1)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • transportasi umum itu harus DARI dan di kontrol sama pemerintah.

    gwe setuju sama busway, supirnya di gaji tapi sayangnya ga menyeluruh. jalan2 kecil harus juga.

    angkot? kopaja? metromini? itu apa tugasnya ngapain? ngetem! ga ada kejelasan waktu kapan bisa sampai.

Loading...
Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more