Karapan Sapi Diwarnai Kericuhan

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
24,068
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on Oct 20, 2009

Lomba karapan sapi tingkat kabupaten yang diadakan di lapangan stadion kabupaten pamekasan , diwarnai kericuhan . Pasalnya , seorang peserta merasa di rugikan dengan keputusan juri perlombaan yang memenangkan salah satu sapi karapan peserta lomba.
Kericuhan lomba karapan sapi tingkat kabupaten ini semakin tidak terkendali , ketika seorang anggota tni sebagai anggota pengamanan , mencoba menenangkan warga lewat pengeras suara .
Peserta , bukannya mematuhi petugas keamanan . Namun peserta mmenjadi semakin arogan . Bahkan , sapi milik salah satu peserta di biarkan tanpa ada joki yang mengamankan . Sehingga , sempat membuat kepanikan di arena kerapan sapi .
Karena massa tidak mengindahkan seruan petugas keamanan, akhirnya aparat membubarkan kedua massa tersebut dengan memukul memakai tongkat.
Kericuhan ini bermula , ketika sapi karapan milik haji faisol, warga kecamatan waru, merasa di curangi panitia ( juri ) saat finish. Juri lomba karapan sapi , malah memenangkan sapi karapan lawannya milik haji tohir .
Saat sampai di finish , sapi milik haji faisol yang bernama bintang pesawat tiba terlebih dahulu. Tetapi sapi milik haji tohir yang bernama lek kolek , di menangkan oleh juri panitia lomba .
Haji faisol yang merasa di curangi , seketika itu juga kemudian berteriak tidak terima. Bahkan , harus diamankan oleh aparat. Pasalnya , massa pendukung sapi kerapan milik haji faisol tersebut berjumlah puluhan .
Menurut panitia lomba karapan sapi, lukman mengatakan , bahwa kericuhan karapan sapi merupakan hal klasik pada setiap acara karapan sapi. Pasalnya , setiap peserta lomba ingin agar sapinya di menangkan oleh juri. Kejadian ini , di anggap merupakan hal yang biasa .
Budaya karapan sapi yang merupakan tradisi di madura , khususnya di pamekasan , kerap kali di warnai kericuhan . Selain itu , tradisi karapan sapi ini juga menggunakan cemeti dari paku untuk di pukulkan ke pantat sapi sampai berdarah . Dengan harapan , sapinya berlari lebih kencang mengalahkan lawannya .

Category:

People & Blogs

Tags:

License:

Standard YouTube License

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (1)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
  • makanya di garis finis dikasih kamera...kan ada bukti validnya....

Loading...
Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more