Biophosko® (Tipe Rotary Klin Model RKM-1000L), Dimensi PLT ( Tinggi= 190 cm, lebar = 155 cm, panjang= 290 cm) terbuat dari bahan fiber, konstruksi logam, reducer dan peralatan aerasi lainnya. Alat Mesin Rotary Klin pengolah sampah ini akan merupakan solusi tepat untuk penanganan sampah suatu yang sebagian besar berupa sampah organik seperti sampah rumah tangga, restoran, hotel, serta sampah domestik dari lingkungan rumah tangga satu keluarga besar di suatu komplek perumahan/estate. Kategori sampah organik atau yang bisa terdegradasi meliputi: sisa makanan, kertas, sisa ikan dan duri ikan, kulit buah-buahan, potongan sayuran, dll. Merubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti kompos, akan berguna dalam memelihara kesuburan tanah dan sebagai pasokan nutrisi bagi tanaman di sekitar lingkungan sendiri seperti taman di perumahan, hotel, restoran, dan lingkungan RW. Kompos dapat juga dijual ke petani, atau konsinyasi ke pedagang tanaman hias sepanjang jalan di perkotaan, pemilik taman, kalangan hobies tanaman dan bunga serta pengusaha perkebunan.
Menggunakan komposter Rotary Kiln Biophoskko kapasitas 1 Ton atau setara dengan 3 sampai 5 m3 volume sampah, akan diperoleh dalam 5 hari berupa 40 % kompos padat ( 400 kg x Rp 1500/ Kg atau senilai Rp 400 rb) dan 20 botol @ 500 ml Kompos Cair (PKC)senilai Rp 1. 400.000. Perolehan tersebut pada asumsi harga kompos Rp 1.500/kg dan pupuk Kompos Cair Rp 40.000/ botol 500 ml.
Sementara itu, guna mengolah sampah 1 ton hanya memerlukan 4 Pack Activator@ 250 gram dan 30 kg penggembur ( bulking agent) Green Phoskko ( GP-2) atau setara biaya Rp 135.000,- Sungguh suatu hasil usaha yang menguntungkan. Terlebih bagi daerah Sumatera, Kalimantan, dll- harga kompos padat bisa dijual Rp 3.000/ kg. Detail info, kunjungi web http://www.kencanaonline.com
Selamat memulai usaha Instalasi Pengeloaan Kompos Kota (IPKK).
Info detail teknologi pembuatan kompos modern, cepat dan higienis bisa di klik http://www.kencanaonline.com
waduh... sampah boleh bagi wang yaa??? gimana caranya??
adikacu 3 years ago