Alert icon
We're changing our privacy policy. This stuff matters.  Learn more  Dismiss

Kemajuan KHJL Enam Kali Lipat

Loading...

Sign in or sign up now!
Alert icon
Upgrade to the latest Flash Player for improved playback performance. Upgrade now or more info.
344 views
Loading...
Alert icon
Sign in or sign up now!
Alert icon

Uploaded by on May 12, 2010

Tim audit Smart Wood menilai perkembangan Koperasi Hutan Jaya Lestari melakukan pengelolaan kayu secara lestari 6 kali lipat di banding tahap pertama memperoleh sertifikat FSC inggris.

Tahun 2010 ini sertifkat pengelolaan kayu secara lestari yang di berikan Forest Stewardes Council/FSC pada koperasi hutan jaya lestari berakhir.

Untuk memperoleh kembali sertifikat tersebut, saat ini tim audit yang dipercaya FSC yakni smart wood tengah melakukan audit dan penilaian terhadap koperasi ini.

Penilian untuk mendapatakan sertifikat yang kedua kalinya ini mengacu pada sektor ekonomi, sosial dan ekologi.

Tim penilai Smart Wood Teddy Rusolono mengatakan sangat banyak kemajuan yang dicapai KHJL setelah mendapat sertifikat dari FSC.

Jika di bandingkan saat pertamakali ia datang tahun 2004 lalu perkembangannya hingga 6 kali lipat, seperti jumlah pohon yang di tanam dan jumlah anggota yang cukup nyata.

Meskipun terlikat kemajuan yang cukup pesat namun sejumlah kendala masih perludibenahi, namun sayang ia enggan menyebutkannya.

Perkembangan Koperasi Hutan Jaya Lestari yang begitu pesat tidak dicapai dengan mudah, berbagai cara di lakukan pengurus dan karyawan koperasi untuk membesarkan lembaga mereka.

Ketua Koperasi Hutan Jaya Lestari (KHJL), Warma mengatakan untuk mengajak masyarakat bergabung di KHJL mereka rutin melakukan sosialisasi. Selain itu bantuan sejumlah lembaga pendamping seperti jauh dan TFT,juga sangat membantu perkembangan KHJL hingga saat ini.

Harga kayu yang menggiurkan, dan berbagai keuntungan yang di peroleh anggota merupakan alasan warga untuk bergabung di KHJL.

Sejak di aktifkan tahun 2005 lalu omset koperasi mencapai 4 milyar rupiah dengan sumbangan pada daerah mencapai angka 200 juta rupiah.

Saat ini terdapat sekitar 700 orang anggota yang tersebar disejumlah kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara.

Salah satunya Abdul Haris Tamburaka, dia mengaku berbagai keuntungan telah ia dapatkan selama menjadi anggota KHJL, diantaranya bantuan bibit jati,dan memperoleh pengetahuan terkait pelestarian hutan.

Dengan hasil panen jatinya yang pertama ia terbantu membiayai pendidikan ankanya ke perguruan tinggi.

Jika lolos dalam audit dan penilaian tahap kedua ini, KHJL akan kembali mendapat sertifikat hingga 2015 mendatang.

  • likes, 0 dislikes

Link to this comment:

Share to:
see all

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!
Loading...

Alert icon
0 / 00Unsaved Playlist Return to active list
    1. Your queue is empty. Add videos to your queue using this button:
      or sign in to load a different list.
    Loading...Loading...Saving...
    • Clear all videos from this list
    • Learn more