Semua agama dibangun di dunia ini melalui para nabi, sementara sebelum itu, (Tuhan) adalah Sang Cinta, Pencinta dan Yang Tercinta. Jiwa-jiwa, yang dulu berada dalam kedekatan, dalam pancaran dan dalam cinta (di masa lalu), berada dalam (kesucian) Cinta Tuhan, dalam Agama Tuhan dan dalam Agama yang lurus. Setelah kedatangan mereka ke dunia, mereka mendasarkan segala sesuatunya untuk mencari Tuhan.
Gohar Shahi menyatakan bahwa semua jenis ibadah tidak berguna tanpa terlebih dahulu menyucikan hati. Beliau tidak menyebarkan agama tertentu, tetapi beliau mengajarkan dan memberi kotbah Cinta Tuhan dan cara memasukkannya ke dalam hati. Gohar Shahi menyatakan, Jika hubungan spiritual seseorang terbangun dengan Tuhan, maka Tuhan memandu orang tersebut menuju jalan lurus. Banyak pencari jalan tersebut melihat Nama Tuhan tertulis di hati mereka selama latihan meditatif. Menurut Gohar Shahi, kata apapun dalam bahasa apapun yang menunjuk pada Tuhan layak atas penghormatan dan berguna untuk meraih manfaat-manfaat spiritual. Orang-orang dari semua agama mencintai Gohar Shahi. Beliau telah menyembuhkan banyak orang dengan penyakit yang tak dapat disembuhkan dengan berkah spiritual beliau.
Santa Riaz Ahmed Gohar Shahi termasuk orde/kelompok sufi. Beliau menyatakan, Saya bukan seorang nabi, tetapi saya mendapat dukungan dari Jesus Kristus, Nabi Muhammad SAW, dan banyak nabi lain. Menurut beliau, seseorang yang tidak menganut sebuah agama tetapi memiliki Cinta Tuhan di hatinya adalah lebih baik daripada seseorang yang menganut sebuah agama tetapi tidak memiliki Cinta Tuhan. Gohar Shahi memberitahu kita bahwa, Bukanlah tubuh fisik yang akan memasuki surga, tetapi jiwa. Sebuah jiwa yang diterangi akan mendeklarasikan pernyataan-keyakinan/shahadatnya setelah memasuki surga. Shahadat tersebut mungkin shahadat nabi tertentu.
Semua agama dibangun di dunia ini melalui para nabi, sementara sebelum itu, (Tuhan) adalah Sang Cinta, Pencinta dan Yang Tercinta. Jiwa-jiwa, yang dulu berada dalam kedekatan, dalam pancaran dan dalam cinta (di masa lalu), berada dalam (kesucian) ...